Menara Telekomunikasi di Bantul Tembus 300, Minat Investor Menurun
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Pengurus dan peneliti LSP Indo saat memaparkan hasil survei elektabilitas bakal calon Walikota Jogja periode 2024-2029 pada Senin (15/7/2024) (email)
Harianjogja.com, JOGJA—Afnan Hadikusumo menjadi sosok yang meraih elektabilitas tertinggi di kalangan anak muda sebagai Wali Kota Jogja periode 2024-2029 berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei dan Penelitian Indonesia (LSP Indo).
Direktur Eksekutif LSP Indo, Ilham Agung Satrio mengatakan survei itu dilakukan sejak 12-20 April 2024 lalu.
Adapun, metodologi yang dipakai yakni multi-stage random sampling dengan melibatkan 213 responden. Target responden yakni mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
"Hasil survei ini bukan sebagai penentu kepala daerah Kota Jogja ke depannya. Karena kondisi politik masih dinamis dan berubah, kami akan mengawal pesta demokrasi sampai 27 November 2024 mendatang," katanya, Senin (15/7/2024).
Adapun jika ditilik berdasarkan gender, kata dia, ada sebanyak 64,8% responden laki-laki dan 35,2% perempuan. Dari angka itu, Kemantren Umbulharjo jadi penyumbang responden yang paling banyak dengan jumlah 49 orang (23%).
"Kemudian sebanyak 98,1 persen responden sebelumnya sudah pernah menggunakan hak pilih dan sisanya belum pernah," terangnya.
Peneliti LSP Indo, Rendi Harsono memaparkan ada lima tokoh yang disurvei pada kesempatan itu yakni Afnan Hadikusumo, Singgih Raharjo, Heroe Poerwadi, Eko Suwanto dan Imam Priyono.
Pihaknya membagi klaster survei berdasarkan beberapa kelompok yakni usia, latar belakang ekonomi dan pendidikan.
Dari 213 responden yang disurvei sebanyak 131 atau 60,6% memilih Afnan sebagai Wali Kota Jogja; 40 orang (20,8%) memilih Singgih; 27 orang (12,5%) memilih Heroe; sedangkan sisanya yakni 10 orang (4,6%) memilih Eko Suwanto; dan Imam Priyono dipilih oleh tiga orang (1,4%).
"Responden memilih Afnan alasannya karena sudah teruji, visioner dan anti korupsi. Kemudian alasan memilih Singgih karena merakyat dan berpengalaman. Sementara Heroe karena lebih baik, mampu dan berpengalaman. Eko dipilih karena tegas dan cekatan serta Imam karena audah teruji dan terbukti," katanya.
BACA JUGA: Pilkada Jogja, Ini Dia Nama-Nama yang Sudah Dijaring
Kemudian berdasarkan kelompok usia, sebanyak 60,2% anak muda usia 20-44 tahun responden memilih Afnan sebagai Wali Kota Jogja, selanjutnya sebanyak 62,9% usia 45-60 tahun juga memilih Afnan.
Pun demikian dengan usia lanjut, sebanyak 65% juga memilih anggota DPD RI itu. "Di kalangan anak muda Afnan masih paling tinggi disusul Singgih 19,5 persen, Heroe 10,3 persen dan Eko 9,2 persen," ungkapnya.
Selanjutnya berdasarkan latar belakang pendidikan diploma sampai strata 3 sebanyak 64,8% memilih Afnan; 20,4% memilih Singgih; 9,9% Heroe; 4,3% Eko; dan 0,6% memilih Imam Priyono.
Sementara berdasarkan latar belakang ekonomi baik itu kalangan menengah atas dan pendapatan rendah secara berurutan memilih Afnan, Singgih, Heroe, Eko dan Imam.
Dengan begitu, pihaknya berkesimpulan bahwa, Afnan menjadi calon dengan keunggulan di seluruh kalangan usia responden.
Alasan bersih dari korupsi menjadi yang utama. Heroe dan Singgih masih menjadi lawan kuat Afnan, bedanya Singgih menjadi nomor 2 di kalangan anak muda dan dewasa, Heroe nomor 2 populer di kalangan usia lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.