Advertisement
Capai 98 Persen, KPU Bantul Targetkan Coklit Selesai Besok
Ilustrasi. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul menargetkan proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada 2024 di wilayahnya selesai pada Kamis (18/7/2024).
Target tersebut dinilai akan tercapai, sebab, saat ini coklit manual telah mencapai 99 persen dan coklik melalui e-coklit telah mencapai 98 persen.
Advertisement
Kadiv Perencanaan, Data dan Informasi KPU Bantul, Arya Syailendra mengungkapkan, dari 748.766 orang yang masuk dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4), hingga Rabu (17/7/2024), untuk coklit secara manual telah mencapai 99 persen. Sedangkan untuk coklit melalui aplikasi e-coklit baru mencapai 98 persen.
"Kami optimistis besok sudah mencapai 100 persen, baik coklit manual maupun melalui aplikasi e-coklit," katanya, Rabu (17/7/2024).
Menurut Arya, ada sejumlah kendala yang dialami oleh Pantarlih selama coklit berlangsung. Kendala tersebut lebih kepada teknis dalam hal meng-upload data pendukung hasil Coklit dalam aplikasi e-coklit. Oleh karena itu, KPU Bantul telah meminta kepada Pantarlih melakukan pengunggahan dokumen pada jam yang dinilai sepi pengguna server.
"Tapi, melihat capaian yang ada saat ini, kami optimistis besok bisa selesai semuanya," terang Arya.
Setelah proses coklit ditutup pada Kamis (18/7/2024), KPU kata Arya akan melakukan olah data coklit. Di mana, pihaknya akan melakukan penyingkronan data untuk pindah domisili dan TPS. Selain itu, KPU juga melakukan pemetaan terkait dengan jumlah dan lokasi TPS untuk calon pemilih.
"Setelah itu, nanti tanggal 24 Juli 2024 kami akan menggabungkan data tersebut di DIY. Harapannya, nanti kami tinggal merapikan data dan memperbaiki, mengoreksi kalau ada beberapa data yang kurang," ungkapnya.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho meminta agar masyarakat mengawal hak pilihnya dalam tahapan coklit. Tujuannya agar tidak ada pemilih yang tidak tercecer saat coklit. "Kami juga ingin memastikan agar jika ada warga yang meninggal, tidak masuk dalam data pemilih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









