Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi beras - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman memastikan bantuan sosial (bansos) beras akan disalurkan lagi mulai Agustus 2024. Total penerima bantuan ada sekitar 91.475 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Sleman, Suparmono mengatakan, ada rencana dari Pemerintah Pusat untuk kembali menyalurkan bansos beras. Bantuan akan diberikan selama tiga bulan, dengan rincian penyaluran Agustus, Oktober dan Desember.
Adapun besaran bantuan, masih sama dengan penyaluran di tahap sebelumnya. Rencananya masing-masing KPM menerima sepuluh kilogram per bulan. “Untuk penyaluran masih menunggu pentunjuk teknis dari Badan Pangan Nasional. Tapi, persiapan sudah dilakukan mulai sekarang,” kata Pram, sapaan akrabnya, Senin (29/7/2024).
Dia menjelaskan, untuk penerima bantuan diperkirakan mencapai 91.475 KPM. Jumlah ini sesuai dengan penerima realisasi program pada Juni 2024.
“Data ini masih dalam proses verifikasi dan validasi. Yang jelas bantuan akan disalurkan pada Agustus mendatang dan sekarang dalam tahap persiapan,” katanya.
Pram menambahkan, untuk persiapan penyaluran juga ada rencana pertemuan antara Bulog dengan Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto.
“Memang sudah ada pertemuan dengan Bulog, tapi rencananya juga ada koordinasi lanjutan guna memperlanjar proses penyaluran,” katanya.
BACA JUGA: Gedung Kantor Presiden di IKN Diberi Nama Istana Garuda
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi. Menurut dia, pelaksana penyaluran dilakukan oleh Bulog yang bekerjasama dengan masing-masing kalurahan.
Adapun penyaluran dilakukan melalui proses undangan kepada calon penerima manfaat ke lokasi yang telah ditentukan. “Jadi sebelum disalurkan akan ada undangan kepada warga untuk mengambil jatah beras yang sudah dialokasikan,” katanya.
Meski pelaksanaan langsung ditangani Bulog dengan kalurahan, Mustadi memastikan ada upaya monitoring dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bantuan merupakan beras yang layak dikonsumsi serta tepat sasaran.
“Akan ada tim untuk monitoring yang terdiri dari Bulog, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan; Dinas Sosial dan Bappeda. Harapannya dengan monitoring ini, maka penyaluran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan,” katanya. (
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.