Deretan Mobil Baru Siap Debut di GIIAS 2026, dari Hybrid hingga EV
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Nyamuk Aedes Aegypti - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, mengimbau kepada masyarakat mewaspadai kasus demam berdarah dengue (DBD) karena cuaca ekstrem meningkatkan perkembangbiakan nyamuk hingga virus yang dibawanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami di Kulonprogo, Jumat, mengatakan berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kulonprogo, kasus DBD dari Januari hingga Juni 2024 tercatat sebanyak 1.010 kasus.
Kondisi cuaca yang ekstrem membuat daya tahan tubuh menjadi turun.
"Turunnya daya tahan tubuh membuat masyarakat lebih rentan terpapar penyakit. Salah satu penyakit yang kini menjadi perhatian adalah DBD. Hal ini perlu diwaspadai," kata Sri Budi.
Ia mengatakan kasus DBD di 2024 ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Selain daya tahan tubuh, cuaca ekstrem dinilai turut meningkatkan perkembangbiakan nyamuk hingga virus yang dibawanya.
"Makanya saat ini menjaga daya tahan tubuh menjadi yang utama," katanya.
BACA JUGA: DBD Menggila di Kulonprogo, Ini Kapanewon dengan Kasus Terbanyak
Sri Budi mengatakan ada sejumlah kasus DBD berat yang ditemukan. Penyebabnya karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) hingga penanganan yang kurang optimal.
Namun demikian, ia memastikan tidak ada kasus kematian yang dilaporkan akibat DBD selama 2024 ini. Adapun kasus DBD paling banyak muncul di wilayah selatan Kulon Progo, seperti di Kapanewon Galur, Lendah, dan Wates.
"Tidak ada laporan kematian, namun kasus DBD harus tetap diwaspadai dan menjadi perhatian semua pihak supaya menggalakkan PSN," kata Budi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo Arif Mustofa mengatakan Januari hingga Juni 2024 ini tercatat sebanyak 1.010 kasus DBD. Sementara pada periode yang sama di 2023 lalu tercatat sebanyak 217 kasus DBD.
Peningkatan kasus secara signifikan mulai dirasakan pada Maret 2024 dengan 212 kasus DBD. Adapun angka tertinggi dilaporkan pada Mei 2024 sebanyak 239 kasus DBD, sedangkan pada Juni dilaporkan sebanyak 193 kasus DBD.
"Sejauh ini di bulan Juli dilaporkan 36 kasus DBD, meningkat dibandingkan Juli 2023 yang hanya 21 kasus," kata Arif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan penertiban gula rafinasi untuk melindungi petani tebu dan mempercepat target swasembada gula.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi prihatin atas OTT Bupati Pemalang. Pemprov menunggu status hukum KPK sebelum menunjuk Plt bupati.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.