Advertisement
Masyarakat Diajak Mencintai Keistimewaan DIY lewat Bedah Buku
Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai (berdiri) saat menjadi pembicara dalam agenda bedah buku yang berlangsung di Pedukuhan Nusupan, Kalurahan Trihanggo, Gamping, Selasa (30/7/2024). - David Kurniawan
Advertisement
SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Warisan Istimewa di Pedukuhan Nusupan, Kalurahan Trihanggo, Gamping, Selasa (30/7/2024). Program ini sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Bumi Mataram.
Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai mengatakan kerja sama dengan DPAD DIY merupakan bentuk komitmen untuk peningkatan program literasi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini diselenggarakan di seluruh wilayah DIY, mulai dari perkotaan hingga ke kawasan perdesaan. “Tujuannya untuk meningkatkan minat baca hingga ke wilayah pelosok dan tidak hanya di perkotaan saja. Kami ingin, budaya baca bisa menyebar secara merata,” kata Anton, Selasa.
Advertisement
Menurut dia, dengan membaca buku, maka wawasan yang dimiliki akan semakin bertambah. Terlebih, buku juga dikenal sebagai jendela dunia sehingga akan menambah pintar bagi pembacanya. “Semangat yang baik ini harus ditularkan, khususnya kepada generasi muda,” katanya.
Untuk tema buku yang dibedah, politikus Partai Gerindra ini mengakui bahwa di setiap tempat tema buku yang diangkat berbeda-beda. Sebagai contoh, bedah buku di Pedukuhan Nusupan mengangkat buku berjudul Warisan Istimewa.
Diharapkan dengan bedah buku ini, para peserta mengerti tentang sejarah, filosofi, tradisi dan harmoni tentang DIY. Menurut dia, keistimewaan DIY sudah diakui oleh negara dengan diterbitkannya Undang-Undang Keistimewaan DIY sehingga keberadaannya harus terus disebarluaskan di masyarakat. “Harapannya masyarakat semakin mengenal dan mencintai keistimewaan DIY,” katanya.
Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Trilastiti Suryaningtyas, mengatakan Pemda DIY secara beruntun memperoleh predikat tingkat baca tertinggi di Indonesia. Prestasi ini harus terus dipertahankan sehingga ada kerja sama dengan DPRD DIY untuk menggelar bedah buku.
Diharapkan program ini tidak hanya mempertahankan DIY sebagai wilayah dengan tingkat membaca paling baik se-Indonesia, tapi juga untuk meningkatkan budaya membaca di masyarakat. “DIY menduduki peringkat pertama secara nasional, tapi angka minat baca masih butuh ditingkatkan. Harapannya dengan bedah buku ini, maka program literasi di masyarakat dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Selain program bedah buku, DPAD DIY memiliki sejumlah program lain seperti perpustakaan digital maupun kunjungan ke Kantor DPAD DIY. “Di Kantor DPAD DIY banyak fasilitas yang bisa diakses masyarakat untuk menambah pengetahuan dan wawasan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
4 Orang Tewas Berjatuhan, Lokasi Proyek Gedung Maut di Jaksel Sepi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








