RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Kegiatan inkubasi bisnis santripreneur di Bantul./ Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Program inkubasi bisnis santripreneur yang digagas atas kerja sama Baznas dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Bantul menjadi peluang untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda di Bumi Projotamansari.
"Kegiatan inkubasi bisnis santripreneur ini diharapkan dapat dimanfaatkan para santri untuk dapat mengembangkan jiwa kewirausahaannya," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam serah terima program inkubasi bisnis santripreneur di Bantul, Kamis dilansir dari laman resmi Pemkab Bantul.
Halim menyambut positif kegiatan tersebut, sebab melalui kegiatan ini calon wirausaha muda selain mendapat kemudahan modal, juga keterampilan, sikap dan manajemen untuk mengelola usaha yang berkelanjutan.
Sebagaimana yang disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, kata Halim, Indonesia masih butuh lebih banyak pengusaha lokal yang cakap dalam mengelola sumber daya asli Indonesia.
"Indonesia masih butuh banyak pengusaha lokal supaya sumber daya kita tidak dimanfaatkan asing. Santripreneur ini salah satu jalan, jadi salah satu kader bangsa yang diharapkan memiliki kecakapan mengelola sumber daya Indonesia, terutama sumber daya alamnya," katanya.
BACA JUGA: Polres Bantul Imbau Warga Manfaatkan Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan
Bupati Bantul juga menegaskan kembali pernyataan Menteri Koperasi dan UKM, saat ini rasio pengusaha Indonesia masih berada di angka 3,4 persen. Dibanding dengan negara tetangga seperti Singapura dan Thailand, angka tersebut jauh tertinggal.
Oleh karena itu, kata dia kalau ingin naik menjadi negara maju, setidaknya Indonesia harus bisa mencapai angka rasio pengusaha sebesar empat persen.
Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Indonesia Mokhamad Mahmud berharap agar peserta santripreneur memiliki mental yang mantap dalam menggeluti dunia kewirausahaan. Dua diantaranya adalah sikap jujur dan disiplin.
"Jujur itu wajib, lalu disiplin. Disiplin dalam semua hal, apalagi disiplin waktu. Ini modal yang penting. Mudah-mudahan, menjadi pengusaha atau entrepreneur jadi tradisi para santri yang terus dipupuk dan dikembangkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Witan Sulaeman resmi perpanjang kontrak 3 tahun di Persija Jakarta. Siap tampil maksimal di bawah pelatih Shin Tae-yong.
Harga iPhone Juli 2026 di iBox turun, terutama iPhone 16e. Simak daftar lengkap harga terbaru dan seri baru iPhone 17e.
BMKG menyebut Siklon BAVI memengaruhi cuaca DIY. Prakiraan 5-7 Juli cerah berawan, namun gelombang laut selatan berpotensi tinggi.
Event trail run makin marak di Jateng. Muria Trail Run 2026 ditargetkan 500 peserta dan dorong sport tourism serta ekonomi lokal.
Haedar Nashir menegaskan pendidikan bukan alat kekuasaan atau ekonomi. Ia dorong reorientasi kebijakan demi masa depan bangsa.