Srandakan Jadi Kapanewon dengan Angka Stunting Tertinggi dengan Jumlah 218 Anak

Jumali
Jumali Sabtu, 10 Agustus 2024 14:57 WIB
Srandakan Jadi Kapanewon dengan Angka Stunting Tertinggi dengan Jumlah 218 Anak

Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kapanewon Srandakan mengakui jika persoalan stunting masih jadi pekerjaan rumah besar. Pasalnya, kapanewon yang berbatasan dengan Kabupaten Kulonprogo tersebut mencatatkan jumlah stunting tertinggi di Bantul yakni mencapai 218 anak.

"Tingginya kasus stunting di Srandakan disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah ; Kemiskinan, kurangnya pengetahuan masyarakat, dan masih spekulatif program penanganan stunting yang dilaksanakan oleh pemerintah kapanewon," kata Panewu Srandakan, Sarjiman, Sabtu (10/8/2024).

Untuk menekan angka stunting di wilayahnya, Sarjiman mengaku melakukan sejumlah sosialisasi. Salah satunya adalah sosialisasi dengan pendekatan budaya yakni dengan pertunjukan ketoprak berjudul Genting Angsa, di depan kantor Kapanewon Srandakan,  Sabtu (10/8/2024) malam.

BACA JUGA: CEK FAKTA: Beredar Kabar Besaran Biaya Masuk Calon Taruna Akmil TNI

Untuk pementasan, kata Sarjiman, melibatkan jajaran pemerintah kapanewon, Kapolsek, Danramil, kepala  puskesmas, hingga para lurah. Adapun ketoprak yang disutradarai oleh Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo tersebut menceritakan konflik suatu keluarga yang masih minim pengetahuan tentang permasalahan stunting.

"Keluarga tersebut masih menganggap stunting adalah hal ghaib alias hanya mitos belaka," lanjutnya.

Panewu Anom Srandakan, Karjiyem mengatakan tujuan dari diadakannya kegiatan pementasan ketoprak Genting Angsa ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama pada Remaja, Calon Pengantin, Ibu Hamil, dan Ibu dengan balita agar bisa mencegah terjadinya stunting se-dini mungkin.

"Pentas ketoprak ini termasuk dalam rangkaian acara Gelar Budaya dan UMKM Srandakan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online