Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Koalisi Sleman Baru yang digawangi PDIP, Gerindra, Golkar, PPP dan Nasdem diyakini solid untuk memenangkan Pilkada 2024.
Bakal pasangan calon yang diusung Harda Kiswaya-Danang Maharsa juga sudah mulai menyiapkan berkas pendaftaran.
Sebagaimana diketahui bersama, KPU telah menetapkan jadwal pendaftaran mulai 27-29 Agustus 2024. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi internal untuk pemenangan pasangan Harda-Danang.
Selain itu juga sudah menjalin komunikasi yang intens dengan parpol di Koalisi Sleman Baru. “Kami semakin solid untuk pemenangan di pilkada,” kata Gustan, Ahad (18/8/2024).
Menurut dia, pasangan calon juga sudah mulai mempersiapkan berbagai berkas untuk pendaftaran sehingga saat dibuka sudah siap menyerahkan ke KPU.
“Segalanya sudah dipersiapkan sebagai syarat pencalonan. Jadi, kami jalan terus untuk pendaftaran dan upaya pemenangan,” katanya.
Gustan menekankan keberadaan Koalisi Sleman Baru sebagai wadah dari perjuangan Harda-Danang untuk menyiapkan Sleman yang baru dari sebelumnya yang pernah ada sehingga dapat menjadi lebih baik.
BACA JUGA: Cak Imin Umumkan PKB Sudah Berkoalisi dengan Gerindra
Menurut dia, ada beberapa pertimbangan yang membuat nama Koalisi Sleman Baru. Hal ini merupakan suatu tujuan bersama menuju Sleman baru menuju Generasi Emas di 2045.
Di sisi lain, juga untuk sinkronisasi program karena adanya perubahan tampuk kepemimpinan di Pemerintah Pusat hingga kebijakan di Pemerintah DIY. Hak itu juga didukung dengan perkembangan kewilayahan yang terus berubah setiap waktu.
Gustan mengungkapkan keberadaan tol akan memberikan pengaruh yang besar sehingga dampak positif maupun negative dari akses ini juga harus benar-benar diperhatikan.
Selain itu, sebagai salah tujuan wisata, keberadaan rencana induk pembangunan pariwisata nasional harus ditangkap untuk pengembangan sektor kepariwisataan yang lebih baik.
“Tindaklanjut dari Ripparnas, sudah dibentuk rencana induk pembangunan pariwisata daerah [Ripparda] semuanya sudah kami kaji sehingga dimasukkan untuk menuju Sleman era yang baru,” katanya.
Sekretaris DPD PAN Sleman, Inoki Azmi Purnomo saat dikonfirmasi belum mau berkomentar berkaitan dengan bakal calon wakil bupati pendamping Kustini Sri Purnomo.
Ia berdalih pengumuman akan disampaikan pada 27 Agustus 2024, bersamaan dengan pendaftaran ke KPU Sleman.
“Insyaallah tanggal 27. Pas pendaftaran akan kami sampaikan bakal pasangan calon yang diusung,” katanya.
Meski belum diumumkan, ia mengakui bahwa bakal calon sudah mulai melengkapi berkas persyaratan untuk pendaftaran. “Masih proses dan nanti saat pendaftaran sudah lengkap semua,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.