Advertisement
Pemkot Dorong Warga Beli Pertalite Pakai QR Code BBM Subsidi, Ini Tujuannya
Ilustrasi SPBU / StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menghimbau warga Kota Jogja untuk mendukung Program BBM Subsidi Tepat Pertalite. Pemkot telah berkoordinasi terkait program subsidi tepat pertalite dengan Pertamina Patra Niaga setempat pada Kamis (18/7/2024) lalu.
Dalam koordinasi tersebut, Pemkot memberikan dukungan data kependudukan khususnya warga yang menjadi sasaran subsidi tepat pertalite agar mendapatkan QR Code. Seperti diketahui, disinyalir BBM bersubsidi sering salah sasaran, khususnya pengguna yang seharusnya sudah tidak menggunakan BBM bersubsidi.
Advertisement
BACA JUGA: Terus Dikebut, Aturan Baru Pembelian Pertalite Ditarget Kelar Sebelum Jokowi Lengser
Dia mengapresiasi pelaksanaan program subsidi tepat Pertalite tersebut. Menurutnya, kebijakan subsidi tepat Pertalite dengan digitalisasi QR Code supaya subsidi yang diberikan pemerintah tidak salah sasaran tetapi menjadi tepat sasaran. "Sebenarnya ini merupakan asas kepatuhan, seharusnya pengguna sadar konsumsi BBM bersubsidi peruntukannya bagi yang berhak," tandasnya, Senin (19/8/2024).
Sugeng menyebut program subsidi tepat Pertalite dengan sistem QR Code ini akan memberikan kepastian distribusi BBM bersubsidi. "Jadi hanya masyarakat yang layaklah yang mendapatkan sehingga status dan kondisi ekonominya lebih bisa menikmati subsidi tersebut," katanya.
Di Jogja, lanjut Sugeng, Hampir seluruh SPBU sudah bisa melayani QR Code subsidi tepat pertalite. Dengan demikian, maka warga Kota Jogja yang membutuhkan dapat menikmati subsidi, termasuk pelaku UMKM yang notabene manfaatkan pertalite.
"Jika program subsidi tepat Pertalite berjalan secara masif dan terus digulirkan maka akan bermanfaat membantu perekonomian masyarakat kecil," ungkap Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat ini.
Terpisah, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi berpendapat program subsidi tepat Pertalite memang harus dilakukan karena beban APBN membengkak. Alokasi belanja subsidi ini selalu membengkak mencapai Rp 90 triliun setiap tahun karena sekitar 80% tidak tepat sasaran. Dalam hal ini, pemerintah harus serius menjalankan program subsidi tepat Pertalite.
Fahmy menyatakan apabila program tepat sasaran pertalite berhasil dilaksanakan maka bakal menghemat dan menyelamatkan APBN untuk belanja subsidi. Penghematan anggaran subsidi BBM bisa dialihkan ke program-program yang lebih strategis untuk kepentingan rakyat seperti pendidikan, pengentasan kemiskinan hingga bantalan sosial.
"Jadi saya kira program subsidi tepat pertalite ini cukup efektif dan sangat bermanfaat khususnya untuk menghemat anggaran APBN dalam hal subsidi. Karena beban subsidi sangat besar sekali maka diperlukan program subsidi tepat sesegera mungkin. Selain itu, jika program ini berhasil tentunya juga dapat membantu mengendalikan inflasi," paparnya.
Lebih lanjut, Fahmy menyebut tidak kalah pentingnya adalah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) No.191/2014 tentang tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Revisi Perpres guna lebih memperinci mekanisme yang digunakan untui menyalurkan BBM bersubsidi. Misalnya, kriteria kelompok masyarakat dan kendaraan yang berhak mengkonsumsi BBM bersubsidi dan lainnya.
“Itu semua harus dijelaskan secara eksplisit diatur dalam Perpres tersebut, termasuk adanya sanksi yang diberikan kepada mereka yang masih membeli atau menjual BBM bersubsidi yang bertentangan dengan Perpres tersebut. Jadi, kalau terjadi risiko moral hazard di SPBU maka aparat dapat menindak karena ada dasar hukumnya. Payung hukum sangat penting agar keberhasilan program subsidi tepat Pertalite itu dicapai dengan baik,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Program Subsidi Tepat merupakan upaya agar penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi baik Jenis solar (B30) dan pertalite (RON 90) lebih tepat sasaran terus bergulir. Program subsidi tepat solar mengawali mekanisme penyaluran menggunakan QR Code dinilai cukup efektif.
Melanjutkan keberhasilan pelaksanaan program QR Code solar tersebut, kini Pertamina Patra Niaga menerapkan pembelian BBM jenis Pertalite roda empat menggunakan QR Code di seluruh Indonesia, salah satunya di DIY.
Pembukaan pendaftaran subsidi tepat Pertalite terus dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah di Indonesia hingga saat ini. Pendaftaran subsidi tepat Pertalite bisa dilakukan secara online melalui website yang bisa dibuka dari handphone maupun komputer dan melalui aplikasi MyPertamina serta pendaftaran secara offline dengan mendatangi booth pendaftaran di area-area yang ada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat.
Terkait kebijakan tersebut, Yoga Bayu Wijaya, warga Kaliabu Banyuraden Gamping Sleman mengaku tidak masalah jika mekanisme pembelian Pertalite menggunakan QR Code diterapkan. Hal itu, katanya, dapat membedakan konsumen yang bersubsidi dan non subsidi.
"Ya, sejauh ini membantu beli Pertalite dengan QR Code bisa membedakan konsumen yang butuh BBM bersubsidi dan yang tak layak menerima pertalite di SPBU," ujarnya usai mengisi pertalite menggunakan QR Code di SPBU 4155202 Coco Tegalrejo, Senin (19/8/2024).
Hal senada disampaikan Topo Handono, warga Kota Jogja. Menurutnya, penggunaan QR Code sangat membantu kalangan juru mudi yang membutuhkan Pertalite. Ia mengaku dari awal pendaftaran hingga terverifikasi mendapatkan QR Code, prosesnya sangat mudah dan cepat secara online.
Untuk pendaftaran langsung telah disediakan ribuan titik booth yang tersebar di Indonesia. Lokasinya bisa di cek langsung melalui https://mypertamina.id/lokasi-pendaftaran-offline-bbm-subsidi-tepat. Sedangkan bagi masyarakat yang memiliki akses internet dan handphone, pendaftaran online melalui website subsiditepat.mypertamina.id dan menu Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mentan: Pangan Nasional Aman Meski El Nino Ekstrem Mengancam
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








