HP Mulai Bermasalah? Kenali Gejalanya Sebelum Memutuskan Ganti
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Wahyudi Anggoro Hadi./ Panggungharjo.desa.id
Harianjogja.com, BANTUL-- Digunakannya putusan MK terkait dengan syarat pencalonan bakal pasangan calon (pason) pada Pilkada Bantul 2024, telah membuka peluang munculnya bakal paslon baru.
Salah satunya adalah bakal paslon Untoro Hariadi-Wahyudi Anggoro Hadi, yang saat ini masih terus berkomunikasi dengan sejumlah partai politik di Bantul terkait rencana pendaftaran bakal paslon tersebut ke KPU Bantul.
Bakal calon wakil bupati Bantul yang juga lurah Panggungharjo, Sewon, Wahyudi Anggoro Hadi mengungkapkan, adanya putusan MK telah membuat peluang dirinya maju pada Pilkada Bantul terbuka lebar. Sebab, partai yang memiliki suara sah sebanyak 47.210 suara pada Pemilu 2024 bisa mengusung bakal paslon sendiri pada Pilkada Bantul.
"Dan, sejauh ini memang ada beberapa partai sudah melakukan komunikasi awal dengan saya. Tapi, belum ada titik temu. Mungkin dalam waktu dekat sudah ada kepastian juga. Untuk pasangan, sejauh ini yang intens berkomunikasi memang pak Untoro Hariadi," kata Wahyudi kepada Harian Jogja, Minggu (25/8/2024).
Meski demikian, Wahyudi masih enggan membeberkan terkait dengan partai-partai yang sudah berkomunikasi dengan dirinya. Meskipun, diakuinya, ada PKS yang telah berkomunikasi dengan dirinya. Wahyudi mengaku sampai saat ini dirinya juga belum mengiyakan tawaran dari partai-partai politik tersebut untuk mengusung dirinya bersama dengan Untoro Hariadi di Pilkada mendatang.
"Karena saya kan juga harus ketemu dengan masyarakat Panggungharjo, minta izin ke mereka juga. Jadi, kalau ditanya apakah saya siap atau tidak, saya masih menunggu izin masyarakat Panggungharjo juga, karena saya juga belum selesai menjabat. Selain itu, sampai saat ini saya juga masih belum mengurus syarat administrasi pencalonan juga," kata Wahyudi.
Terpisah, bakal calon bupati Bantul Untoro Hariadi mengakui jika ada rencana dirinya maju pada Pilkada Bantul bersama dengan Wahyudi Anggoro Hadi. Hanya saja, sampai saat ini, belum ada keputusan final dari partai yang akan mengusungnya.
"Untuk itu, komunikasi masih terus dilakukan dengan beberapa partai, seperti Golkar, Gerindra, PAN dan PKS. Lalu, ada beberapa partai lainnya. Siang ini pun, kami akan ada pertemuan dengan beberapa partai terkait dengan hal ini," papar Untoro.
Meski demikian, Untoro mengakui jika dirinya sudah mulai menyiapkan syarat administrasi untuk pendaftaran bakal paslon ke KPU. "Bahwa belum lengkap, nanti kan ada waktu melengkapi. Nanti kan daftar kan ya, partai. Tergantung nanti kapan waktunya, saya manut dari partai," ucap Untoro.
Sementara Sekretaris DPD Partai Golkar Bantul Widodo enggan berkomentar banyak terkait dengan rencana Golkar mengusung Untoro Hariadi-Wahyudi Anggoro Hadi pada Pilkada mendatang.
"Sejauh ini belum ada komunikasi, mas. Nanti, semua masih akan dibicarakan di rapat tim Pilkada Bantul," ucap Widodo.
Terpisah, Ketua DPD PKS Bantul Agung Laksmono mengatakan, jika saat ini dinamika politik masih cair. "Sehingga kami belum menentukan sikap, karena semua masih cair," ucapnya.
Apdesi netral
Ketua Apdesi Bantul Mahardi Badrun mengaku mengetahui jika Wahyudi Anggoro Hadi ada rencana maju sebagai bakal calon wakil bupati Bantul pada Pilkada Bantul. Meski demikian, Lurah Seloharjo, Pundong tersebut menegaskan jika Apdesi Bantul akan tetap netral pada Pilkada mendatang. "Apdesi Bantul tetap akan netral. Kami ikut aturan yang ada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Pemerintah menyiapkan SPP TDLN untuk memungut PPN transaksi digital luar negeri. Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.