Perpanjangan SIM Gunungkidul Hari Ini di Terminal Dhaksinarga dan Satpas Polres
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 25 santri dari sebuah pondok pesantren di Murtigading, Sanden, Bantul, diduga mengalami keracunan dan harus dilarikan ke RS Saras Adyatma Bambanglipuro dan RS Rachma Husada, Minggu (25/8/2024).
Dari 25 santri tersebut, saat ini, sebanyak sebelas orang santri sudah diperbolehkan pulang kembali ke pondok pesantren, dan sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
BACA JUGA: Orang Keracunan Kecubung Sering Berhalusinasi
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana yang dikonfirmasi, Senin (26/8/2024) membenarkan terkait kejadian tersebut. Sebanyak 11 santri yang saat ini kembali ke pondok adalah 4 orang santriwati dan 7 orang santri. "Sisanya ada 14 orang masih di rawat di rumah sakit," katanya.
Lebih lanjut, Jeffry mengungkapkan, awalnya pada Sabtu (24/8/2024) sekitar pukul 17.30 WIB, para satri mengeluh mual, muntah, pusing dan diare. Kemudian pada Minggu (25/8/2024) mereka di bawa ke RS Saras Adyatma Bambanglipuro, Bantul dan RS. Rachma Husada untuk mendapatkan perawatan.
"Untuk penyebabnya, kami masih menunggu keterangan dari pihak rumah sakit," imbuh Jeffry.
Terpisah, Direktur RS Saras Adyatma, Tri Wahyuni mengungkapkan, jika Minggu (25/8/2024) pagi sekira pukul 07.00 WIB, pihaknya menerima sebanyak 25 santri yang diduga mengalami keracunan. Karena keterbatasan tempat, baru 17 santri yang bisa tertangani.
Sisanya, oleh pihak RS Saras Adyatma diarahkan ke RS Rachma Husada untuk mendapatkan penanganan medis. "Dari 17 orang tersebut, saat ini 3 orang rawat jalan. Sedangkan 14 sampai saat ini masih rawat inap di tempat kami," papar Yuyun-panggilan akrab Tri Wahyuni.
Terkait dengan gejala dari ke-17 santri yang mendapatkan perawatan, Yuyun menyebut mereka mengalami diare, mual, muntah dan panas sampai 39 derajat selsius dan pusing.
Yuyun juga mengungkapkan, jika dari penuturan para santri, mereka sebelumnya ada kegiatan karnaval yang digelar Sabtu (24/8/2024), di mana pada kegiatan tersebut para santri telah mengonsumsi makanan.
"Dari gejala tersebut, dimungkinkan mereka mengalami keracunan makanan. Dan, saat ini kami telah mengambil sampel makanan dan membawanya ke laboratorium milik Pemda DIY, untuk memastikan apa yang menjadi penyebabnya," ucap Yuyun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal atlet Indonesia di Asian Games 2026, Jumat 25 September. Ada Emilia Nova, Natasya Beteyob, tenis meja, renang, sepak takraw dan balap sepeda.
Macklemore mengumumkan tur Free Palestine setelah dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran. Simak jadwal Dublin, Paris, dan London.
Marc Marquez mengakui Pedro Acosta bisa mengalahkannya saat menjadi rekan setim di Ducati pada MotoGP 2027. Acosta baru menang di Austria.
Studi 2025 mengungkap perbedaan jumlah kata yang diucapkan perempuan dan laki-laki ternyata dipengaruhi usia. Simak hasil penelitiannya.
AI kini bekerja di balik berbagai fitur smartphone dan laptop, mulai dari pencarian, terjemahan, edit foto, penulisan hingga memahami konteks layar.