Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo
Harianjogja.com, SLEMAN—Bakal Calon Bupati petahana Kustini Sri Purnomo dipastikan akan berpasangan dengan Anggota DPR RI Sukamto di Pilkada Sleman. Hal ini diketahui lewat pesan singkat yang dikirim oleh bersangkutan.
“Insya Allah leres [Benar] mas,” tulis Kustini melalui pesan WA, Senin (26/8/2024).
Kabar Kustini berpasangan dengan Sukamto sudah santer terdengar sejak Minggu (25/8/2024). Hal ini tak lepas adanya karikatur yang tersebar lewat pesan media sosial dengan tagline Sesarengan Mbangun Sleman.
BACA JUGA: Poros Baru Sulit Terbentuk di Pilkada Sleman, Ini Alasannya
Meski demikian, Kustini tidak menjelaskan terkait dengan alasan pemilihan Sukamto sebagai calon wakilnya. Seperti diketahui bersama Kustini akan melawan koalisi besar yang mengusung Harda Kiswaya dengan Danang Maharsa di Pilkada Sleman.
Namun, Kustini memastikan tidak akan gentar. Ia mengaku sudah siap maju untuk memenangkan pilkada. “Harus percaya diri. Kalau tidak, maka tidak akan maju. Untuk itu, saya juga siap berkoalisi dengan rakyat,” katanya.

Karikatur Kustini-Sukamto beredar di jejaring media sosial. Ist
Terpisah, Ketua Koalisi Sleman Baru, Koeswanto mengatakan, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa diusung tujuh partai pemilik kursi di DPRD Sleman. Selain PDI Perjuangan, partai yang tergabung dalam Koalisi Sleman Baru adalah Gerindra, PKB, PKS, Golkar, NasDem dan PPP.
“Jadi kalau ditotal, kami memiliki 44 kursi di DPRD Sleman,” kata Koeswanto.
Meski demikian, ia mengakui hingga sekarang belum semua parpol menyerahkan rekomendasi. Pasalnya, parpol yang telah menyerahkan dukungan dari DPP baru PDI Perjuangan, PPP, Gerindra dan NasDem.
Adapun untuk PKB, PKS dan Golkar belum menyerahkan. Politikus PDI Perjuangan ini tidak risau karena sudah ada komitmen dari partai koalisi untuk maju bersama guna pemenangan di Pilkada Sleman.
“Tetap kami tunggu rekomendasinya. Mudah-mudahan sebelum pencalonan sudah turun sehingga bisa maju bareng ke KPU saat pendaftaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.