Gunungkidul Maksimalkan Bank Pakan Ternak, Ketersediaan Capai 1,6 Juta Ton Per Tahun

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 27 Agustus 2024 10:17 WIB
Gunungkidul Maksimalkan Bank Pakan Ternak, Ketersediaan Capai 1,6 Juta Ton Per Tahun

Ilustrasi penjualan hewan kurban. /Bisnis-Arief Hermawan P

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan pembangunan bank pakan ternak ruminansia di Padukuhan Tahunan, Kalurahan Bulurejo, Semin selesai dan telah dibuka.

Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi besar dengan ketersediaan pakan mencapai 1,6 juta ton per tahun. Adapun kebutuhan pakan hanya 1,5 juta ton per tahun. Hal ini memunculkan masalah yaitu belum merata dan optimalnya distribusi pangan.

Padahal, Wibawanti menegaskan pakan memiliki peran penting dalam usaha peternakan. Pakan merupakan kebutuhan utama dalam budidaya ternak, bahkan 80% dari budidaya ternak bergantung pada pakan.

BACA JUGA : Bank Pakan Ternak Akan Dibangun di Gunungkidul, Senilai Rp300 Juta

“Angka kebutuhan pakan itu untuk limbah pertanian dan hijauan pakan ternak. Perhitungan kebutuhan pakan untuk populasi sapi dan kambing,” kata Wibawanti dihubungi, Senin, (26/8/2024).

Bank pakan ternak di Kalurahan Bulurejo tersebut dibangun dengan menyedot dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp300 juta dari Kementerian Pertanian (Kementan). Penggagas bank pakan ternak pertama kali ada Kementan pada 2020 yang digulirkan di luar Pulau Jawa.

Bank pakan ternak itu berbentuk gudang dengan sarana pendukung seperti 120 tong, alat pencacah, dan mesin pres. Satu bank pakan ternak memiliki luas 10 m X 8 m dengan volume bank sekitar 7,5 ton hingga 10 ton. Penggunaannya adalah untuk memaksimalkan limbah pertanian apabila panen raya datang.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan kunci untuk meningkatkan produksi sektor peternakan adalah inovasi dalam pengawetan pakan dan peningkatan nutrisi ternak. Bank pakan ternak itu juga akan membantu kelompok ternak dalam menjaga ketersediaan pakan selama musim kemarau.

Selama musim kemarau, kata dia kebutuhan air meningkat di angka sekitar 14 juta liter per hari untuk ternak dan 20 juta liter per hari untuk masyarakat. Lurah Bulurejo, Lampito mengharapkan masyarakat untuk memanfaatkan  bank pakan secara optimal untamanya untuk ternak ruminansia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online