Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kekosongan jabatan kepala sekolah di 21 SMA dan SMK di DIY segera diakhiri setelah Disdikpora menyiapkan calon kepsek baru hasil seleksi.
Puluhan sekolah tersebut sempat dipimpin pelaksana tugas menyusul penerapan sistem pengangkatan kepala sekolah yang tidak lagi bisa dilakukan secara otomatis setelah masa pensiun.
Disdikpora memastikan proses seleksi dilakukan ketat dengan melibatkan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, sehingga kepala sekolah yang dilantik nantinya memiliki kompetensi kepemimpinan dan manajerial yang memadai.
Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, menjelaskan 21 sekolah tanpa kepala sekolah tersebut tersebar merata di empat kabupaten dan satu kota di DIY. “Sudah sekitar tiga bulan ini kosong karena kepala sekolahnya pensiun,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Terkait hal ini, Disdikpora DIY telah menyiapkan 21 kepala sekolah pengganti yang diusulkan bisa mulai bertugas pada akhir Desember ini. “Kalau ga ada halanagan kita usulkan akhir Desember ini, terggantung BKD [Badan Kepegawaian Daerah DIY],” ungkapnya.
21 pengganti kepala sekolah ini sudah melalui proses penjaringan, diklat dan sertifikasi. Bakal calon kepala sekolah ini bisa berasal dari sekolah mana saja, tidak harus dari calon sekolah yang akan dipimpinnya. “Kami jaring dari 42 guru, setelah itu ada uji substansi dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan [GTK], nanti kita siapkan untuk menjadi pengganti kepala sekolah,” kata dia.
Karena sistem baru, penggantian kepala sekolah tidak bisa dilakukan langsung setelah kepala sekolah lama pensiun. Meski demikian, ia memastikan aktivitas di sekolah tetap berjalan selama kekosongan kepala sekolah. “Kami memilih Plt terdekat dan berpengalaman,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.