Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rencana pembangunan embarkasi haji di Bumi Binangun terus dimatangkan, salah satunya terkait dengan akomodasi. Sejauh ini ada empat hotel di sekitar Bandara YIA yang sudah bersediamenjadi asrama haji. Draf rencana pembangunan embarkasi haji ini juga sudah rampung disusun Pemkab Kulonprogo.
Sekda Kulonprogo, Triyono menjelaskan bahwa draf rencana pembangunan embarkasi itu akan segera diserahkan ke Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Setelah diterima, draf itu akan dikirim ke Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Triyono menerangkan kesediaan empat hotel di Kapanewon Temon itu disampaikan setelah Pemkab Kulonprogo menggelar tiga kali rapat dengan para manajer hotel tersebut. "Mereka mendukung sepenuhnya rencana ini, kami mengapresiasi komitmen para manajer hotel ini karena mendukung berbagai program pembangunan di Kulonprogo," paparnya.
Kesediaan empat hotel jadi asrama haji untuk melengkapi pembangunan embarkasi haji itu, jelas Triyono, tak akan membuat biaya yang dikeluarkan oleh jemaah haji bertambah. "Harganya tetap sama, yaitu sekitar Rp100 ribuan per malam, biayanya sama seperti di asrama haji pada umumnya," ujar dia.
BACA JUGA: 13 Bandara Disiapkan Jadi Embarkasi dan Debarkasi Haji
Penggunaan hotel sebagai asrama haji ini, jelas Triyono, akan jadi daya tawar tersendiri untuk mensukseskan rencana pembangunan embarkasi. Pasalnya dibanding asrama haji konvensional, penggunaan hotel ini akan menyediakan fasilitas yang lebih lengkap dan nyaman.
Berbagai organisasi perangkat daerah di Pemkab Kulonprogo, menurut Triyono, juga kompak mensukseskan rencana pembangunan tersebut. "Semuanya kompak karena ini kesempatan bagus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kulonprogo, semuanya saling berkontribusi untuk program tersebut," kata dia.
Rencana pembangunan embarkasi haji ini sejalan dan strategis lantaran Bandara YIA jadi satu-satunya bandara dengan status internasional di Jawa Tengah. "Peluang ini besar sekali untuk meningkatkan perekonomian yang harapannya sejalan dengan peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Kulonprogo," ujar dia.
Sebelumnya Penjabat Bupati Kulonprogo, Srie Nurkyatsiwi menyebut embarkasi haji di wilayahnya itu kelak akan menampung jemaah dari berbagai daerah.
Koordinasi dengan Pemda DIY juga intens dibangun Pemkab Kulonprogo untuk mensukseskan program tersebut.
Siwi menilai dengan hadirnya embarkasi haji ini selain memudahkan jemaah asal Bumi Binangun juga akan menguatkan kehadiran Bandara YIA untuk menyejahterakan masyarakat Kulonprogo. "Teknis pembangunannya nanti akan dibahas bersama, terpenting mendapat izin dari Kemenag RI dulu," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.