Abujapi DIY Siapkan 21 Asesor untuk Uji Kompetensi Satpam
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Suasana acara Rembuk Pilkada 2024 bertajuk Menghalau Money Politic, Hoaks dan Polarisasi yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY pada Rabu (25/9/2024) di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Jogja. (email)
Harianjogja.com, JOGJA—Potensi politik uang disinyalir masih akan marak dalam perhelatan Pilkada 2024 yang berlangsung pada 27 November 2024.
Masyarakat diminta waspada dan tidak memilih pemimpin yang hanya bermodalkan uang untuk melenggang meraih kekuasaan.
Demikian diungkapkan Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas dalam acara Rembuk Pilkada 2024 bertajuk Menghalau Money Politics, Hoaks dan Polarisasi yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY, Rabu (25/9/2024) di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Jogja.
Busyro menjelaskan, masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin di Pilkada mendatang. Semaksimal mungkin jangan sampai yang terpilih jadi kepala daerah adalah mereka yang tidak mempunyai kapasitas dan kapabilitas, tetapi dimenangkan akibat faktor uang.
"Uang itu dari mana? Tidak sulit untuk menebak, uang itu pasti dari sponsor atau yang sering disebut sebagai bohir politik," katanya.
Menurut Busyro, para bohir politik tentu tidak akan berhenti setelah menghantarkan calon kepala daerah yang disponsorinya menang dalam Pilkada serentak. Bohir politik itu disebutnya tentu akan menagih peraturan daerah yang memudahkan usaha dan kepentingannya.
"Saya bicara fakta saja, itu sudah terjadi di berbagai daerah," ujarnya.
BACA JUGA: Peringatan Dini Bencana Kini Ditampilkan di TV Digital
Busyro menyebut, tindakan demikian tentu bukan saja penghianatan terhadap demokrasi tetapi melainkan juga penghinaan dan penistaan terhadap rakyat yang berdaulat. "Kalau Pilkada disponsori oleh para bohir politik itu jadi sebuah terorisme politik yang nyata," katanya.
Ketua IMM DIY Muhammad Taufiq Firdaus mengatakan, diskusi yang diselenggarakan itu bertujuan untuk menjaga demokrasi yang lebih sehat.
Selain itu, pihaknya juga ingin meningkatkan partisipasi generasi muda untuk menjaga iklim politik yang berkeadaban dan politik yang berintegritas.
"Harapan kami dari upaya ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik di Pilkada 2024" kata Taufiq.
Dia menambahkan milenial yang jumlahnya besar di Indonesia tidak hanya menjadi basis suara, tapi menjadi penentu masa depan bangsa dan perawat demokrasi ke depannya.
"Rembug Pilkada ini akan dilaksanakan secara berseri dan puncaknya pada 27 Oktober sebagai respon terhadap dinamika Pilkada 2024," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.
Timnas voli putri Indonesia lolos ke perempat final Asian Games 2026 usai membekuk Nepal 3-0. Skuad Garuda siap melakoni laga penentu juara grup.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan mentalitas pemain tetap terjaga meski menelan dua kekalahan beruntun di Super League.
Presiden Prabowo terima laporan Kapolri soal 95 korporasi yang sengaja bakar hutan. Pemerintah instruksikan pencabutan izin hingga proses pidana.
Kemenhaj memblokir akses SISKOPATUH dua travel umrah setelah muncul persoalan keberangkatan dan kepulangan jamaah.