Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Petugas kesehatan sedang melayani warga yang memeriksakan diri di UPT Puskesmas Ponjong I, Kabupaten Gunungkidul, Selasa, (10/9/2024). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Ambil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja turut berupaya untuk mewujudkan kesehatan warga Kota Jogja melalui program Jogja Sehat. Salah satu implementasi dari program ini adalah pemberian voucher obat bagi para marbot masjid dan penghuni panti asuhan.
Ketua Baznas Kota Jogja Syamsul Azhari menuturkan pihaknya telah bekerja sama dengan Apotek Unisia Jalan Pandeyan Nomor 14, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja. Sebelumnya, Baznas turut melakukan pendataan terhadap penerima. Pendataan diserahkan dari takmir masjid dan pengasuh panti asuhan kepada Baznas Kota Jogja.
BACA JUGA: Survei Terbaru Indikator Politik: 75 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi
Panti asuhan utamanya panti asuhan perempuan turut menjadi fokus bagi Baznas Kota Jogja. Sebab, menurut Syamsul perempuan cenderung memiliki kebutuhan yang lebih banyak ketimbang laki-laki.
Syamsul mengatakan voucher pembelian obat ini telah menyasar kepada marbot di 20 masjid dan 11 panti asuhan di Kota Jogja. Masing-masing mendapatkan voucer pembelian obat di Apotek Unisia sebesar Rp 40 ribu. Voucher bisa ditukar untuk membeli kebutuhan kesehatan, obat, hingga vitamin di apotek.
"Kalau dia belanja Rp 40 ribu, nanti gratis. Kalau lebih dari Rp 40 ribu, misal Rp 50 ribu dia bayar Rp 10 ribu," ujar Syamsul, Jumat (4/10/2024).
Syamsul mengatakan program ini baru pertama kali dilaksanakan. Sejauh ini, Baznas Kota Jogja telah menggelontorkan dana bantuan sebesar Rp 61 juta untuk 11 panti asuhan. Syamsul menuturkan program ini nantinya akan terus dilanjutkan ke depannya.
Selain dalam wujud voucher belanja apotek, perhatian Baznas Kota Jogja dlam hal kesehatan marbot masjid juga diberikan dalam bentuk BPJS Ketenagakerjaan. Bagi Syamsul, marbot masjid merupakan pekerjaan yang punya risiko tinggi. Sebab, sering kali pulang malam demi melaksanakan tugasnya mengurus masjid.
"Ada 500 marbot yang sudah kita beri BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, belum semuanya, bertahap. Itu 6 bulan, kita perpanjang 6 bulan lagi, jadi mereka bisa lebih safe, aman, nyaman bekerja," tuturnya.
Syamsul berkomitmen untuk terus melanjutkan program Jogja Sehat ini. Dia berharap, baik anak yang tinggal di panti asuhan, pengasuh, maupun marbot masjid dapat terjaga dari sisi kesehatan.
"Semoga amanah, Baznas Kota Jogja semakin mendapat keberkahan, semakin meningkatkan kepercayaan bahwa disalurkan sesuai dengan sasaran dan sesuai dengan ketentuan syari dan regulasi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance