Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Ilustrasi korban kekerasan seksual./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus kekerasan seksual kembali terjadi terhadap anak di Gunungkidul. Kali ini aksi bejat itu menimpa seorang anak berusia 14 tahun.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Achmad Mirza mengatakan kejadian tersebut terungkap ketika si anak bercerita kepada ayahnya bahwa pada Selasa (10/9/2024) sekitar pukul 21.00 WIB di sebuah Jalan di Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, terduga pelaku melakukan cabul kepada anak tersebut.
Terkejut dan takut, korban kemudian memberontak dan menangis. “Kejadiannya 10 September. Tapi korban baru cerita ke bapaknya Selasa, 1 Oktober kemarin. Pelaku anak 14 tahun juga, tetapi tidak saling kenal,” kata Mirza, Senin (7/10/2024).
Atas kejadian tersebut selanjutnya ayah korban kemudian melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gunungkidul.
Kepala Dinas Pendidikan (SD) Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan pihaknya telah mendengar kejadian tersebut. Kasus itu juga telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gunungkidul. “Bukan pelajar sekolah dasar. Informasi dari Kapolsek, pelajar ini sekolah di Madrasah Tsanawiyah,” kata Nunuk.
BACA JUGA: Anak 11 Tahun di Gunungkidul Jadi Korban Dugaan Pencabulan
Sebelumnya, kasus kekerasan seksual juga menimpa anak umur 11 tahun. Pelaku berinisial HP, 19, mencabuli korban di sebuah rumah kosong dekat sekolah.
Bahkan, kasus paling parah ketika guru mengaji berinisial S, 31 mencabuli delapan muridnya di Kapanewon Saptosari. S dijerat dengan Pasal 82 UU No. 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 1/2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. Dengan demikian S terancam pidana penjara maksimal 15 tahun.
Menurut Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Gunungkidul, Asti Wijayanti, sejak Januari-17 September 2024, ada 35 anak di Gunungkidul menjadi korban kekerasan seksual.
Dari 35 anak itu, sebanyak 26 orang di antaranya anak perempuan dan sembilan lainnya laki-laki.
Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini menegaskan bahwa korban atau kasus KS yang terjadi tidak boleh ditutupi. Perlu ada perubahan pola pikir ihwal korban adalah aib dan kasus yang memalukan. Perubahan pola pikir itu akan mengarahkan pada penanganan KS lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.