Dewata Challenge 2026: Persib Uji Coba Lawan Sabah FC dan Bali United
Persib Bandung jalani TC di Bali dan ikuti Dewata Challenge Series 2026. Lawan Sabah FC (15/8) dan Bali United (18/8) di Stadion Dipta. Persiapan matangkan skua
Suyanto saat menguliti kelapa gabug yang diubah menjadi kerajinan kepala monyet di rumahnya, Kamis (10/10/2024)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Inovasi dilakukan oleh Suyanto, warga Wonorejo I, Gadingsari, Sanden, Bantul. Pria berusia 54 tahun ini mampu menyulap limbah buah kelapa gabug menjadi beraneka ragam kerajinan dengan nilai ekonomi tinggi.
Jika biasanya kelapa gabug, dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bahan bakar, maka di tangan Suyanto, kelapa gabug ini diubah menjadi kerajinan gantungan kepala kera dan wind chrime.
"Jika ditotal pendapatan saya dari kerajinan ini bisa sampai puluhan juta," kata Suyanto di temui, Kamis (10/10/2024).
BACA JUGA: Inovasi Sijidtu, Perpanjang SIM Drive Thru Hanya 5 Menit
Suyanto mengungkapkan, untuk membuat kerajinan gantungan kepala kera, dirinya dibantu oleh satu pekerja yang tidak lain adalah saudaranya sendiri. Oleh Suyanto, kelapa gabug yang harganya Rp5.000 perbuah, akan langsung dikuliti sabutnya dan dibentuk menyerupai kepala kera.
Selain itu, untuk membuat wind chrime, Suyanto biasanya tidak hanya menguliti sabut kelapa gabug tapi juga memasang sejumlah aksesoris agar kelapa gabug yang jadi bahan utamanya tersebut bisa berbunyi saat terkena angin.
"Jadi usaha ini sudah saya tekuni sejak 2007. Dulu saya kerja di Jakarta, tapi tidak betah. Kemudian pulang ke sini. Saya lihat banyak kelapa gabug di sekitar rumah. Lalu muncul ide membuat kerajinan dari kelapa gabug. Ternyata, setelah saya buat, banyak yang tertarik dengan kerajinan buatan saya ini," ungkap Suyanto.
BACA JUGA: Pengamat: Generasi Muda Dituntut Mampu Menciptakan Inovasi Demi Menghadapi 2045
Awalnya, Suyanto hanya membuat kerajinan kepala kera. Namun, dalam perkembangannya, Suyanto melakukan inovasi dengan mencoba membuat kerajinan lainnya dari bahan kelapa gabug. Alhasil, produksi kerajinan dari kelapa gabung yang diproduksi oleh Suyanto semakin bervariasi, tidak hanya kepala kera.
"Saya juga buat gantungan kunci dan celengan bentuk kura-kura berbahan baku kelapa gabug. Dan, ini saya tawarkan ke beberapa workshop ternyata banyak yang meminati. Seiring berjalannya waktu, saya pun punya pelanggan beberapa workshop dan pelanggan dari luar daerah," ucap Suyanto.
Suyanto mengungkapkan untuk membuat kerajinan kepala kera, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk satu buah kepala kera. Dalam sehari, Suyanto bahkan bisa membuat 50 buah kepala kera.
"Kalau wind chrime, karena agak rumit, sehari saya bisa membuat 10 buah," jelasnya.
Meski cukup banyak terjual, diakui oleh Suyanto, sejauh ini, usahanya masih sangat tergantung kepada pesanan. Sehingga, dirinya akan berproduksi jika ada pesanan yang masuk.
"Kalau pelanggan, sejauh ini ada banyak dari beberapa kota di Jawa Timur. Mereka biasanya pesan bisa mencapai 10.000 buah. Harganya, untuk kepala kera biasanya saya banderol Rp15.000 per buah. Sedangkan 1 buah wind chime saya banderol Rp30.000 per buah," ungkap Suyanto.
BACA JUGA: Bupati Bantul Sebut Industri Kreatif Berkontribusi Positif pada Perekonomian
Dia mengaku sampai saat ini masih terus melakukan inovasi untuk kerajinan berbahan baku kelapa gabug. Hal ini dilakukan agar dirinya bisa memenuhi kebutuhan pasar kerajinan dari bahan baku kelapa gabug.
"Sejauh ini, asal itu dibuat dengan bahan baku kelapa gabug, saya akan usahakan membuatkan pesanan yang masuk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib Bandung jalani TC di Bali dan ikuti Dewata Challenge Series 2026. Lawan Sabah FC (15/8) dan Bali United (18/8) di Stadion Dipta. Persiapan matangkan skua
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.