Advertisement
Tekan Resistensi Antibiotik dan Tingkatkan Efektivitas Obat, Masyarakat Bisa Bertanya Masalah Obat ke Apoteker Lewat Aplikasi

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN–Masyarakat Sleman kini bisa mengakses Pelayanan Informasi dan Konsultasi Obat untuk Mendukung Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Pikat Gema Cermat) untuk menanyakan berbagai pernyataan soal obat. Masyarakat bisa bertanya langsung mengenai obat-obatan kepada para apoteker yang tergabung di aplikasi.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman, Tunggul Birowo sekaligus inisiator aplikasi ini menjelaskan Pikat Gema Cermat merupakan aplikasi sederhana untuk telekonsultasi. Ketika membuka aplikasi, masyarakat juga akan mendapatkan berbagai edukasi tentang tentang penggunaan obat. Aplikasi ini menyasar masyarakat yang mengakses obat secara bebas.
Advertisement
BACA JUGA: Tingkatkan Kompetensi Ahli Farmasi, Peran Strategis PAFI Nusantara Akan Diperkuat
"Masyarakat kan kadang ada yang periksa ke dokter ada yang enggak. Ada yang menganggap sakitnya ini cukup beli obat di warung, cukup beli obat di apotek enggak perlu periksa dengan dokter," kata Tunggul pada Kamis (10/10/2024) di The Atrium Hotel and Resort Yogyakarta
Saat membeli obat secara bebas, terkadang masyarakat tidak tahu cara penggunaan obat secara tepat. Masyarakat kadang hanya memperkirakan jumlah dosis yang harus diminum dan berapa lama pemakaiannya. "Itu yang diharapkan tidak terjadi lagi dengan adanya aplikasi ini," ujarnya.
"Supaya menjaga cara minumnya dengan benar atau efek sampingnya apa itu bisa bertanya melalui aplikasi Pikat Gema Cermat," tandasnya.
Dengan aplikasi ini, diharapkan masyarakat bisa bertanya apapun mengenai obat. Pertanyaan masyarakat akan dijawab oleh para apoteker dari Puskesmas maupun apotek swasta yang bekerja sama dengan Pikat Gema Cermat. Masyarakat yang bingung akan masalah obat-obatan bisa bertanya lewat aplikasi mulai dari Senin-Sabtu pukul 08.00-14.00 WIB.
"Nanti masyarakat yang bertanya tentang obat akan segera dijawab oleh apoteker yang berjaga saat itu," ungkapnya.
Harapannya aplikasi ini dapat membantu menekan angka resistensi antibiotik yang bisa terjadi lantaran masyarakat tidak menggunakan obat secara tepat. Selain itu dengan mengetahui cara pemakaian obat diharapkan efektivitas obat dalam juga dapat meningkatkan ketika digunakan oleh masyarakat. "Membuat masyarakat lebih cerdas menggunakan obat," terangnya.
Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Sleman, Deddy Setyono aplikasi Pikat Gema Cermat dapat membantu masyarakat dalam bertanya soal obat-obatan. Apalagi mengingat teknologi yang berkembang, aplikasi ini bisa menjawab tantangan yang ada. "Kita sudah penyuluhan langsung ke masyarakat tetapi ketika ada aplikasi ini target kita meluas, seluruh masyarakat, bukan hanya di Sleman," ujarnya.
Para apoteker lanjut Deddy juga siap menjawab segala pertanyaan masyarakat mengenai obat. "Sangat penting selali [aplikasi] ini, karena obat kadang salah minum saja tidak [efek] terjadi yang diinginkan," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement

Bosan Saat Berada di Area Jalur Tol Trans Jawa? Coba Jajal Lokasi Wisata Ini
Advertisement
Berita Populer
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
Advertisement
Advertisement