6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Ilustrasi cuaca panas./ Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Suhu rata-rata di DIY mengalami peningkatan yang signifikan dalam kurun waktu 71 tahun terakhir, yakni dari 1951 hingga 2022. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kelompok Data & Informasi Stasiun Klimatologi DIY, Etik Setyaningrum, dalam hasil analisis iklim yang baru-baru ini dirilis.
Berdasarkan data yang diperoleh, suhu di DIY rata-rata naik sebesar 0,08 derajat Celsius setiap 100 tahun. Meskipun terbilang kecil, kenaikan suhu ini jika dihitung per tahun mencapai 0,0008 derajat Celsius yang jika dibiarkan terus-menerus akan berdampak signifikan pada iklim dan lingkungan di wilayah ini.
Etik menjelaskan bahwa kenaikan suhu global, termasuk di DIY, disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. Gas-gas ini, seperti karbondioksida (CO2), terperangkap di atmosfer dan menyebabkan efek rumah kaca yang meningkatkan suhu bumi.
“Peningkatan emisi GRK ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan industrialisasi,” ujar Etik.
Kenaikan suhu di DIY berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif seperti peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam yakni banjir, kekeringan, dan gelombang panas; gangguan pada ekosistem; peningkatan penyakit menular; pengurangan produktivitas pertanian yang dapat mengganggu pola tanam dan mengurangi hasil panen.
Untuk mengatasi permasalahan perubahan iklim, Etik menyarankan beberapa langkah mitigasi dan adaptasi yang dapat dilakukan yakni peningkatan ruang hijau dengan menanam lebih banyak pohon dan membangun ruang hijau dapat membantu menyerap karbon dioksida dan mengurangi efek pemanasan global.
Pengelolaan sampah yang menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle dapat mengurangi produksi sampah dan emisi gas rumah kaca (GRK), penggunaan transportasi berkelanjutan dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan beralih ke transportasi umum atau kendaraan listrik sehingga dapat mengurangi emisi gas buang.
"Bisa juga dengan melindungi dan merehabilitasi hutan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan menyerap karbon dioksida serta penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan air dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil," terangnya.
Etik menekankan bahwa upaya mengatasi perubahan iklim memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. “Perubahan iklim adalah masalah global yang membutuhkan solusi global. Kita semua harus berperan aktif dalam upaya mitigasi dan adaptasi.”
Sementara dari data yang dihimpun, area tutupan lahan hutan di DIY sebesar ± 6,92% luas daratan dan tentu saja sangat kurang dari minimal kecukupan tutupan hutan.
Sementara itu DIY mempunyai areal lahan kritis dan sangat kritis mencapai sekitar ± 72.294 hektare. Kondisi tersebut menjadi potensi yang besar untuk menyusun aksi mitigasi pengurangan emisi GRK di wilayah DIY dengan memperhatikan potensi daya dukung dan daya tampung air.
BACA JUGA: BMKG Sebut Pemanasan Global Tahun Ini Bakal Lebih Terasa Dibandingkan 2023
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo menyatakan, Pemda DIY sangat fokus dengan aksi mitigasi perubahan iklim.
Melalui instansi ini, sejak 2019 telah melaksanakan kegiatan pola pengkayaan hutan rakyat pada kelompok tani hutan di Sleman, Kulon Progo, Bantul dan Gunungkidul. "Pola pengkayaan hutan rakyat ini merupakan salah bentuk upaya rehabilitasi hutan dan lahan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan," jelasnya.
Pada 2021, Pemda DIY juga telah mencanangkan Kawasan Alas Pengkol di Kalurahan Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul sebagai hutan tematik Agroforestry yang dikerja samakan dengan pemerintah setempat dan melibatkan warga di Kalurahan Sriharjo serta warga sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Media Vietnam The Thao 247 sebut Timnas Indonesia bakal turun dengan skuad terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026. Maarten Paes hingga Jay Idzes siap bergabung.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00