Pelatih Panjat Tebing Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, 5 Korban Atlet
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Angka pengangguran di Kabupaten Bantul saat ini 3,27 persen atau sekitar 32.000. Pemkab setempat menargetkan angka pengangguran pada tahun 2025 turun menjadi tiga persen menjadi 30.000.
"Targetnya angka pengangguran di Bantul turun, itu yang paling penting bagi kita. Kalau bisa sampai tiga persen, dari pengangguran yang saat ini masih sebanyak 3,27 persen," kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul Mujahid Amirudin di Bantul, Senin, dilansir dari Antara
Menurut dia, jika dihitung dengan angka, jumlah pengangguran di Bantul yang ditarget menjadi tiga persen tersebut sebanyak 30 ribu orang, sementara angka pengangguran hingga akhir 2023 sebanyak 32 ribu orang.
Dia mengatakan upaya yang dilakukan dalam menurunkan angka pengangguran di Bantul di antaranya dengan mengadakan pelatihan keterampilan kerja, maupun bursa kerja yang rutin dibuka instansinya bekerja sama dengan perusahaan mitra.
"Makanya pada 2025 kalau memungkinkan dampak dari program kita di tahun 2024 kita dorong angkatan kerja masuk di sektor formal maupun informal, sehingga pengangguran itu bisa tertekan di angka tiga persen," katanya.
BACA JUGA: Atasi Pengangguran, Disnakertrans Bantul Siapkan 43 Paket Pelatihan Kerja
Menurut dia, penyerapan tenaga kerja dalam upaya menekan angka pengangguran itu menjadi salah satu indikator ukuran kinerja dinas, maka dari itu melalui program program itu masyarakat bisa masuk dunia kerja atau bekerja di sektor formal maupun berwirausaha.
"Kalau target kami pengangguran tahun 2025 bisa turun menjadi tiga persen, atau kurang lebih sekitar 30 ribu orang, penurunannya hampir kurang lebih 2.700 orang, kita berharap yang 2.700 orang tersebut bisa 'mentas' di tahun ini," katanya.
Dia juga mengatakan terlebih pada tahun 2024 ada sebanyak 43 paket pelatihan kerja dengan berbagai jenis keterampilan, mulai dari pelatihan menjahit, tata boga, las, listrik, perkantoran, komputer, digital marketing, otomotif, membatik dan lain lain.
"Setiap pelatihan rata rata diikuti sekitar 20 orang, sehingga harapannya semua paket pelatihan dapat menyerap lebih 800 orang. Selain itu, kami juga melakukan pelatihan khusus untuk kelas penyandang disabilitas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.