Dukcapil Gunungkidul Siapkan Layanan Jemput Bola Perekaman KTP-el Akhir Pekan
Dukcapil Gunungkidul menyiapkan layanan jemput bola perekaman KTP-el pada akhir pekan untuk mengejar target nasional dan menjangkau 2.964 penduduk yang belum me
Acara roadshow dan sarasehan kesejarahan di Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman, Jumat (1/11/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
SLEMAN—Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan DIY menggelar sarasehan dan roadshow kesejarahan yang berjudul Jejak Pangeran Diponegoro di Banyurejo di halaman Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman, Jumat (1/11/2024) malam. Selain digelar sarasehan tentang sejarah juga ada pentas seni ketoprak dengan lakon Ki Onggoboyo.
Kepala Seksi Sejarah, Dinas Kebudayaan DIY, I Gde Adi Atmojo, mengatakan sarasehan dan roadshow kesejarahan merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Untuk tahun ini, kegiatan difokuskan di Kabupaten Sleman dan diselenggarakan di lima lokasi. “Untuk yang pertama digelar di Kalurahan Banyurejo. Selanjutnya akan digelar di Kalurahan Bangunkerto, Turi; Sendangmulyo, Minggir, Pendowoharjo, Sleman dan Margodadi, Seyegan,” kata Gde, Jumat malam.
Dia menjelaskan kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Training of Trainer (TOT) tentang peringatan bersejarah yang diselenggarakan pada pertengahan Juli lalu. Menurut Gde, ada empat peristiwa penting di antaranya sejarah lahirnya DIY, Tegaknya Kedaulatan Negara atau yang dikenal Serangan Umum 1 Maret, Peristiwa Jogja Kembali, yang merupakan penarikan pasukan Belanda keluar dari Jogja, dan peringatan Keistimewaan DIY. “Setelah TOT, maka para peserta diminta melakukan kegiatan sarasehan dan pentas seni yang akhirnya terselenggara mulai malam ini [kemarin] di Banyurejo,” ungkapnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih karena kegiatan bisa terlaksana dengan baik. Di sisi lain, ia juga memberikan apresiasi karena pentas seni yang diselenggarakan mengangkat sejarah lokal setempat di Kalurahan Banyurejo. “Pentas ketoprak yang digelar mengambil lakon Ki Onggojoyo yang merupakan pengikut Pangeran Diponegoro yang ada di Banyurejo,” katanya.
Ia berharap dengan kegiatan ini, maka masyarakat semakin paham tentang sejarah DIY maupun sejarah lokal yang berkembang di wilayahnya masing-masing. “Dengan kegiatan ini, maka masyarakat akan tahu sejarah tentang DIY maupun sejarah di desanya,” katanya.
Banyak Sejarah
Lurah Banyurejo, Saparjo mengatakan banyak sejarah yang ada di Kalurahan Banyurejo sehingga perlu dilestarikan dan dipromosikan. Menurut dia, keberadaan sejarah dan peninggalannya tidak hanya Selokan Van Der Wijck dan Selokan Mataram karena banyak lagi yang belum terekspos. “Salah satunya bahwa Kalurahan Banyurejo terbentuk karena penggabungan tiga kalurahan,” katanya.
Ketua Desa Budaya Banyurejo, Dwiyatna, mengatakan ada jejak peninggalan dari Pangeran Diponegoro yang melakukan peperangan di Lengkong di Kali Krasak saat melawan Belanda. Selain itu, ada Petilasan Watujagal yang menjadi tempat eksekusi pengkhianat yang jadi mata-mata Belanda. “Ki Onggoboyo dipercaya pernah menyembuhkan Pangeran Diponegoro yang terluka merupakan tokoh di Banyurejo. Inilah jadi inspirasi pentas seni ketoprak tentang sejarah lokal di Banyurejo,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Gunungkidul menyiapkan layanan jemput bola perekaman KTP-el pada akhir pekan untuk mengejar target nasional dan menjangkau 2.964 penduduk yang belum me
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Siswa MAN 2 Bantul meraih golden ticket IPB berkat Hydrotani Wall, inovasi hidroponik vertikal dengan memanfaatkan air hujan.
Soundrenaline Sana Sini Yogyakarta menghadirkan musisi lintas genre dan kolaborasi khusus. Colorcode tampil dengan konsep mini orkestra.
Danantara Indonesia menegaskan tidak mengalokasikan dana sponsorship TIME100 Next 2026. Pencantuman logo terkait penjajakan kerja sama non-finansial.