Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi area proyek pembangunan tol Jogja-Solo. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Wacana perubahan terase jalan bebas hambatan atau Tol Jogja-YIA ruas Kulonprogo membuat resah warga setempat. Pasalnya mereka sudah terlanjur membeli lahan dan hunian baru, karena lahan yang ditempati saat ini bakal terdampak tol sesuai rencana awal dalm sosialisasi beberapa waktu lalu. Keresahan ini kemudian mereka sampaikan ke DPRD Kulonprogo.
Ketua Paguyuban Warga Terdampak pembangunan jalan bebas hambatan Jogja-YIA Kalurahan Kebonrejo Faruq Zawawi di Kulonprogo, Selasa, mengatakan warga terdampak pembangunan jalan bebas hambatan Jogja-YIA yang mengikuti sosialisasi terlanjur membeli tanah dan tempat hunian baru, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembayaran ganti untung tanah mereka.
"Kedatangan ini untuk menanyakan informasi kepastian adanya perubahan trase dan exit tol ruas Hargomulyo - YIA, kerena isu yang berkembang itu ada perubahan trase atau mengganti trase baru, sehingga warga yang terlanjur membeli lahan dan hunian baru dari uang pinjam bank menolak perubahan trace tersebut," kata Faruq Zawawi, seusai audiensi dengan DPRD Kulonprogo, dikutip dari Antara.
Ia mengatakan warga terdampak resah karena isu tersebut tidak sesuai dengan hasil sosialisasi dan konsultasi publik yang digelar pemangku kebijakan setempat pada 24 Mei 2023 silam. Dalam kegiatan tersebut, pejabat berwenang menyatakan bahwa penetapan lokasi tol di Kebonrejo sudah final, sehingga tidak akan ada perubahan.
BACA JUGA: Pencairan Ganti Rugi Tol Jogja-YIA Ruas Kulonprogo Menunggu Persetujuan LMAN
"Resahnya warga karena menurut informasi ketika sosialisasi kan trase itu tidak mungkin berubah, yang berubah itu konstruksinya. Selain itu, belum ada kejelasan ganti untung," katanya.
Faruq mengatakan ada sekitar 29 warga terdampak yang melapor sudah mengeluarkan biaya untuk hunian baru. Mayoritas biayanya diperoleh dengan cara meminjam di bank.
"Sekarang yang sudah melapor sekitar 29 orang, tapi masih banyak yang belum melapor karena mungkin sudah pasrah. Sementara untuk sementara sumber keuangan pada pinjam bank," katanya.
Ia berharap agar wacana perubahan trase tol tidak dilalukan. Namun pihaknya tidak akan menolak jika ada penambahan trase.
"Harapan saya tidak terjadi perubahan trase atau penggantian trase tol dan exit tol ruas Hargomulyo Sibogor sampai dengan YIA. Terus seandainya pihak pejabat berwenang memiliki alternatif lain nambah saja trase atau diperluas. Contohnya di situ kan ada tanah pelungguh, milik Pura Pakualaman. Barangkali pihak Pura bisa mengakomodasi untuk nambah trase karena sebagian memang lewat situ, dan tidak merugikan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kulonprogo Aris Syarifuddin mengatakan pihaknya telah memfasilitasi warga terdampak tol di Kebonrejo untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada pejabat publik terkait, salah satunya BPN Kulonprogo. Rencananya warga terdampak juga akan bertemu dengan Penjabat Bupati Kulonprogo untuk menjawab keresahan mereka.
"Dalam hal ini kami sebagai fasilitator, dan rencananya hari Selasa warga akan diterima Penjabat Bupati Kulon Progo untuk menerima jawaban atas isu yang beredar tersebut," katanya.
Perubahan Terasi Tol Jogja-YIA
Sebelumnya, Staf Ahli Direksi PT. JMJ Bidang Pengadaan Tanah, Muhammad Amin mengatakan trase Tol Jogja-Solo-YIA di ruas yang mendekati area bandara berpotensi mengalami perubahan. Wacana perubahan trase ini muncul lantaran alokasi lahan khusus untuk UMKM sebelum masuk ke bandara.
"Karena arahan supaya dikasih lahan untuk UMKM sebelum masuk bandara orang-orang biar mampir dulu," kata Amin, Selasa (3/9/2024).
Kendati demikian wacana perubahan trase ini masih belum pasti, sehingga dirinya belum bisa menjelaskan secara terperinci. "[Ada] perubahan trase sedikit, ada wacana tetapi belum fix," ujar dia.
Bila wacana perubahan trase ini benar terjadi, Amin berharap perubahan yang terjadi tidak banyak. "Mendekati bandara [perubahan trasenya], mudah-mudahan sih enggak semua," kata dia.
Di sisi lain, pengadaan lahan Seksi 3 Jogja-Kulonprogo secara umum masih belum terlaksana. "Yang Seksi 3 yang dari Junction Sleman sampai ke Kulonprogo belum," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.