Advertisement
Pengelolaan Sektor Maritim Indonesia Didorong Menganut Filosofi Jenderal Soedirman
Suasana diskusi bertajuk Mewujudkan Pertahanan, Keamanan Dan Kedaulatan Maritim Yang Berkesinambungan Berpijak Pada Filosofi Kepemimpinan Panglima Besar Soedirman di sebuah hotel di Jogja pada Jumat (8/11/2024). - Harian Jogja / Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA – Sektor maritim Indonesia khususnya DIY disebut menyimpan potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Kekayaan hasil laut Indonesia beserta produk turunannya diharapkan bisa dimaksimalkan di masa pemerintahan Prabowo Gibran.
Hal ini dibahas dalam diskusi bertajuk “Mewujudkan Pertahanan, Keamanan Dan Kedaulatan Maritim Yang Berkesinambungan Berpijak Pada Filosofi Kepemimpinan Panglima Besar Soedirman” di sebuah hotel di Jogja pada Jumat (8/11/2024).
Advertisement
Ketua Yayasan Panglima Besar Sudirman Tisa Bugianggri Soedirman mengungkapkan bahwa tujuan utama diskusi ini adalah untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
"Kita tidak bisa lepas dari sejarah. Dengan mengingat sejarah, kita akan lebih menghargai perjuangan para pahlawan dan termotivasi untuk melanjutkan estafet perjuangan mereka,” ujarnya.
Tisa lebih lanjut menjelaskan bahwa diskusi ini juga bertujuan untuk merumuskan strategi yang efektif dalam mengelola sumber daya alam dan manusia di sektor maritim.
“Kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.
Wakil Ketua Umum Kadin Yugi Prayanto melihat potensi besar yang dimiliki sektor maritim Indonesia. “Laut kita sangat kaya, tapi pemanfaatannya belum optimal. Perlu belajar dari strategi Jenderal Soedirman yang mampu mempertahankan wilayah dengan sumber daya yang terbatas. Kita harus bisa menyinergikan sektor perikanan, budidaya laut, dan sektor maritim lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Yugi.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memajukan sektor maritim. “Generasi muda harus memiliki semangat juang yang tinggi seperti Jenderal Soedirman. Mereka harus berani mengambil risiko dan terus berinovasi,” imbuhnya.
Sementara Staf Khusus Kasal Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun kekuatan maritim Indonesia.
“Jenderal Soedirman berhasil mempersatukan TNI dan rakyat. Tanpa dukungan rakyat, TNI tidak akan mampu meraih kemerdekaan. Oleh karena itu, kita harus terus membina hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat,” ujar Hanarko.
Hanarko juga mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap sejarah perjuangan bangsa. “Dengan memahami sejarah, kita akan lebih menghargai jasa para pahlawan dan termotivasi untuk melanjutkan perjuangan mereka,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- UMK Bantul Naik, Disnakertrans Intensifkan Pengawasan Perusahaan
- Status Siaga Bencana Gunungkidul Diperpanjang hingga 31 Maret 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Selasa 27 Januari 2026
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Selasa 27 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling di Bantul, Selasa 27 Januari 2026
Advertisement
Advertisement




