Gempa Jogja Magnitudo 3,6 Warga Berhamburan Keluar Rumah
Gempa Bantul M 3,6 terjadi Kamis sore. BMKG mencatat pusat gempa berada 11 km tenggara Bantul dengan kedalaman 10 km.
Kuliah umum yang bertajuk Strategi Keamanan Nasional Menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, Rabu (24/8), di Ruang Seminar, Sekolah Pascasarjana UGM. /Ist-Humas UGM.
Harianjogja.com, JOGJA--Meski dikenal sebagai negara maritim oleh dunia, namun persentase masyarakat Indonesia yang bekerja di sektor ini masih sangat kecil. Bahkan tercatat hanya sekitar 1,6 juta penduduk saja yang menekuni bidang kemaritiman. Kenyataan ini rupanya tidak lepas dari doktrin Belanda yang menjajah Indonesia selama 350 tahun.
Materi ini dibahas dalam kuliah umum bertajuk Strategi Keamanan Nasional Menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, Rabu (24/8), di Ruang Seminar, Sekolah Pascasarjana UGM.
“Penduduk kita masih tergantung atau berorientasi pada darat, dengan kehidupan laut hanya 0,9 persen saja atau sekitar 1,6 juta penduduk. Ini keyakinan bahwa bangsa agraris itu merupakan upaya Belanda menjajah 350 tahun, sehingga kita sangat sulit untuk lepas dari daratan,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas) Republik Indonesia, Laksdya TNI Harjo Susmoro dalam rilis yang diterima Kamis (25/8/2022).
Ia mengatakan pola pikir cenderung ke daratan ini perlahan harus diubah. Caranya dengan mengembangkan budaya maritim secara terus menerus dilakukan, karena hal ini butuh proses selama bertahun-tahun. Karena kekayaan laut Indonesia sangat berlimpah sehingga banyak harapan dan peluang bagi generasi muda untuk terjun. Posisi perairan Indonesia berada di posisi strategis bagi pelayaran dan perdagangan internasional.
“Perairan Indonesia berada pada posisi silang dan termasuk kita punya 4 dari 9 choke point dunia. Potensinya sangat besar dan ke depan harus dikelola dengan baik,” katanya.
Harjo menambahkan sebelum penjajahan Belanda, Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang kuat. Pascapenjajahan sebagian besar masyarakat Indonesia bergerak di bidang agraris.“Selama penjajahan tidak hanya kekayaan alam kita yang dikuras tapi jiwa, semangat dan karakter rakyat yang sebagian besar bahari diubah menjadi agraris,” jelasnya.
Guna mendukung kembalinya kedaulatan dan kemandirian maritim, diperlukan upaya untuk membangun kembali budaya maritim, menjaga dan mengelola sumber daya laut, prioritas pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim, memperkuat diplomasi maritim, dan kewajiban untuk membangun kekuatan maritim.
BACA JUGA: Pimpinan Sidang Etik Ferdy Sambo adalah Mantan Kapolda DIY Ahmad Dofiri
Ia menilai maritim itu bisa menjadi media pemersatu bangsa, media perhubungan, media penyedia sumber daya alam, media membangun pengaruh dan media pertahanan dan keamanan. Akan tetapi penguatan kualitas sumber daya manusia dalam membangun pengelolaan sistem keamanan nasional serta memiliki keuletan dan ketangguhan yang tinggi dalam bekerja.
“SDM kita harus juga ditanamkan jiwa kemandirian untuk lebih bangga pada produk negeri sendiri, mampu memperkuat demokrasi, meningkatkan persatuan nasional dan meningkatkan martabat bangsa di tingkat internasional,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa Bantul M 3,6 terjadi Kamis sore. BMKG mencatat pusat gempa berada 11 km tenggara Bantul dengan kedalaman 10 km.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.
Gunung Gandul Wonogiri terbakar dua kali dalam sehari. Sekitar 4 hektare hutan terbakar dan api baru berhasil dipadamkan pukul 20.00 WIB.
Kemenhub memperkuat kesiapan personel SAR menghadapi kecelakaan dan kebakaran kapal melalui pembekalan keterampilan serta SOP keselamatan.
Manchester United mengawali Liga Inggris 2026/2027 dengan kekalahan 0-2 dari tim promosi Hull City di MKM Stadium.