Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sampah menumpuk di Depo RRI, Kotabaru, Jumat (15/11/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Satpol PP Kota Jogja menerjunkan sejumlah personel Satgas Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di dua depo sampah. Upaya ini dilakukan untuk menjaga depo tersebut dari sampah liar yang dibuang tidak sesuai jadwal.
Kabid Linmas Satpol PP Kota Jogja, Suwarno menjelaskan dua depo sampah yang dijaga ini meliputi Depo Karang, Kotagede dan Depo RRI, Kotabaru. “Sesuai permintaan DLH [Dinas Lingkungan Hidup] Kota Jogja, hanya di dua depo tersebut,” ujarnya, Jumat (15/11/2024).
Penjagaan oleh Satgas Linmas dilakukan di malam hari, yang dibagi dalam dua sif, yakni pukul 21.00 WIB-24.00 WIB dan pukul 24.00-06.00 WIB. Penjagaan di malam hari diperlukan karena menjadi jam rawan pembuangan sampah liar. Di samping itu, pada siang hari depo-depo sudah dijaga oleh personel dari DLH Kota Jogja.
Adapun jumlah personel Satgas Linmas yang disiagakan dalam penjagaan ini menyesuaikan dengan kebutuhan di setiap depo. “Kondisional sesuai situasi kondisi depo. Depo Karang yang pembuang sampah di luar jam buang banyak, kita plot 10 personil,” ujar dia.
BACA JUGA: Uji Coba Penimbangan di Depo Sampah Kota Jogja Diperpanjang
Adanya penjagaan depo sampah oleh Satgas Linmas ini menurutnya cukup efektif mencegah pembuangan sampah liar yang dibuang di luar jam yang sudah dijadwalkan. “Selama ada penjagaan tidak ada yang membuang sampah sembarangan,” kata dia.
Sebelumnya, Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja, Haryoko, mengungkapkan melubernya sampah di depo RRI, Kotabaru, disebabkan banyaknya pembuang sampah liar di situ, termasuk dari warga luar Kotabaru, karena tidak adanya penjagaan.
Maka pihaknya meminta Satpol PP Kota Jogja membantu memfasilitasi penjagaan depo yang rawan sampah liar tersebut dan belum ada personel yang menjaga, salah satunya di depo RRI, Kotabaru. “Di situ sudah ada yang menjaga tapi cuma pagi, setelah itu ga ada yang menjaga.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Kerusuhan Prancis meluas setelah demonstrasi biaya hidup. Sekitar 2.400 orang ditangkap dan 1.000 polisi terluka, Macron serukan ketertiban.
BRIN mengkaji efektivitas es kering untuk menangani kabut asap karhutla melalui modifikasi cuaca dan pengamatan kondisi atmosfer.
Sebanyak 42 kampus Indonesia masuk THE WUR 2027. UI berada di kelompok peringkat 651–700 dunia. Simak daftar universitas dan metodologinya.
IDAI mengingatkan anak lebih rentan terdampak asap karhutla karena sistem pernapasan belum matang dan partikel PM2,5 berbahaya bagi paru-paru.
Polisi memburu WNA berinisial C yang diduga memerintahkan peredaran 400 unit etomidate senilai Rp2,8 miliar di kawasan PIK I, Jakarta Utara.