Bulan Dana PMI Gunungkidul 2026 Targetkan Rp600 Juta untuk Aksi Sosial
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Angka kemiskinan Sleman turun dari 7,52% menjadi 7,46% di tahun ini. Hasil kajian dari BPS, penurunan yang terjadi sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat pada dilakukan survei.
Kepala BPS Sleman, Rintang Awan Eltribakti Umbas mengatakan survei terhadap data kemiskinan dilakukan setiap tahun. Adapun hasilnya, kemiskinan Sleman turun sebesar 0,06% di tahun ini.
Menurut dia, penurunan tersebut tidak setinggi dengan tahun-tahun sebelumnya. Rintang pun mengakui telah membuat kajian berkaitan dengan penurunan angka kemiskinan ini.
Hasil analisa yang dilakukan, dia berpendapat bahwa penurunan daya beli masyarakat berpengaruh sangat signifikan. Pada saat dilakukan survei di Maret 2024, kondisi masyarakat saat itu memiliki daya beli khususnya untuk bahan pangan.
Di sisi lain, komoditas pangan juga mengalami inflasi yang signifikan sehingga berpengaruh terhadap hasil survei. “Akibatnya, penurunan angka kemiskinan di 2024 tidak setinggi di tahun-tahun sebelumnya,” kata Rintang, Jumat (22/11/2024).
Selain itu, adanya peningkatan garis kemiskinan juga ikut memberikan pengaruh. Sebagai contoh, 2023 garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp491,652 per bulan. Adapun di tahun ini naik menjadi Rp513.926 per bulan. “Tentu ini juga berpengaruh tehadap program pengentasan. Kebijakan menaikan Batasan garis kemiskinan karena terjadi inflasi komoditas pangan. Jadi, perlu dilakukan penyesuaian,” katanya.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Diah Retnoningsih mengatakan, kemiskinan di tahun ini turun tipis. Meski demikian, dia memastikan Pemkab Sleman tetap berkomitmen untuk terus mengurangi jumlah keluarga miskin di Bumi Sembada.
Menurut dia, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan di Sleman, tidak lepas dari program-program pengentasan yang dipersiapkan oleh pemkab. Secara garis besar, program terbagi menjadi tiga program.
BACA JUGA: Angka Kemiskinan Sleman Turun Tipis Tahun 2024
Program pertama, kata dia, berkaitan dengan jaminan dan perlindungan sosial. Program ini terdiri dari pemenuhan tiga pelayanan dasar yang meliputi tentang Pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.
Selain itu, juga ada pemberian bantuan seperti jaminan perlindungan sosial, PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), perbaikan RTLH hingga jambanisasi. “Di sektor ini juga ada program ketahanan keluarga, perlindungan perempuan dan PSKS,” katanya.
Adapun program kedua berkaitan dengan peningkatan pendapatan Masyarakat. Hal ini dijabarkan dalam sejumlah kegiatan di OPD terkait seperti pemberdayaan pemuda, penguatan UMKM, kelompok usaha bersama dan lainnya; serta pengembangan sektor pertanian pariwisata dan lainnya. “Untuk program ketiga berkaitan dengan memutus mata rantai antargenerasi yang dijabarkan ke program beasisw Sleman pintas, beasiswa kuliah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Penanganan stunting (tengkes) tidak hanya bertumpu pada intervensi gizi dan perbaikan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan gerakan bersama berbasis keluarga
Menlu Filipina Maria Theresa Lazaro melayangkan protes kepada Menlu China Wang Yi terkait insiden di Ayungin Shoal yang memperkeruh sengketa Laut China Selatan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Meningkatnya kasus kenakalan remaja di Kabupaten Bantul mendorong Pemerintah Kabupaten Bantul terus memperkuat langkah pencegahan
Pemda DIY mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya video AI yang mencatut Sri Sultan Hamengku Buwono X dan diduga bermuatan penipuan.