Advertisement
Awasi Pilkada, Jaringan Demokrasi Indonesia Gandeng Mahasiswa UAD
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Jogja mengikuti bimbingan teknis dan pembekalan tim sukarelawan pemantau Pilkada DIY 2024 di Kampus IV UAD, Kapanewon Banguntapan, Minggu (24/11/2024). Harian Jogja - Stefani Yulindriani
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) DIY menggandeng ratusan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja untuk memantau penyelenggaraan Pilkada 2024 yang akan disebar ke setiap kabupaten dan kota.
Koordinator Presidium Jadi DIY Bagus Sarwono menerangkan jaringannya menggandeng mahasiswa agar dapat menjalankan tugas pemantauan dengan efektif dan mendeteksi berbagai potensi permasalahan yang mungkin terjadi selama Pilkada 2024 berlangsung.
Advertisement
Jadi memberikan pembekalan kepada mahasiswa agar memahami tahapan pemantauan Pilkada. Saat ini, proses Pilkada sudah memasuki tahapan pemungutan dan penghitungan suara.
“Oleh karena itu, Jadi memberikan pemahaman teknis kepada para sukarelawan agar siap diterjunkan,” ujarnya dalam bimbingan teknis dan pembekalan tim sukarelawan pemantau Pilkada 2024 di Kampus IV UAD, Minggu (24/11/2024).
Dalam memantau Pilkada, Jadi menggunakan aplikasi Jaga Suara yang digunakan untuk memantau hasil perhitungan suara versi masyarakat sipil. Aplikasi tersebut berfungsi mendata dan mencocokkan hasil pemungutan suara. Aplikasi ini mirip Sirekap tetapi untuk keperluan data sanding sukarelawan pemantau.
Dalam pembekalan, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai teknis pemungutan dan penghitungan suara serta potensi pelanggaran di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pemahaman tersebut perlu diberikan sehingga mahasiswa dapat mengidentifikasi potensi kerawanan nantinya.
Jika menemukan pelanggaran administratif, mahasiswa bisa langsung melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul. Untuk kejadian luar biasa, sukarelawan juga memiliki hak untuk melaporkannya.
BACA JUGA: Pilkada Kulonprogo, 8 TPS Rentan Intimidasi, 61 Terkendala Internet
Dekan Fakultas Hukum UAD Megawati memaparkan partisipasi mahasiswa dalam pemantauan Pilkada dapat menjadi wadah pembelajaran di luar kampus. Dengan kegiatan tersebut, mahasiswa akan memiliki pengalaman melihat tahapan Pilkada secara langsung.
Pengalaman tersebut juga akan selaras dengan salah satu mata kuliah Hukum Pemilu yang diambil mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, 246 mahasiswa UAD akan memantau penyelenggaraan Pilkada di 27 kalurahan di DIY.
Jumlah tersebut akan terbagi mahasiswa yang memantau di Jogja ada 72 orang, Kulonprogo ada 32 orang, Sleman ada 54 orang, Bantul ada 78 orang dan Gunungkidul ada 10 orang.
“Bagi mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman di luar bangku kuliah tetapi juga kesempatan nyata untuk mengawal demokrasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement








