Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Kondisi Jl. Dekso-Samigaluh setelah longsor menutup jalan itu sudah ditangani dan kembali normal tapi di bagian selatan badan jalan ada retakan akibat longsor sehingga perlu hati-hati, Kamis (28/11/2024)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo menyiapkan anggaran sampai Rp501 juta untuk penanganan bencana hingga akhir tahun. Anggaran itu tertuang dalam surat tanggap darurat bencana yang berlaku hingga 31 Desember mendatang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mencatat ancaman terbesar kebencanaan adalah tanah longsor, banjir, dan angin kencang. Jumlah anggaran tersebut diyakini bakal mencukupi kebutuhan penanganan kebencanaan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Kepala BPBD Kulonprogo, Taufik Prihadi menjelaskan sumber pendanaan itu berasal dari pos Belanja Tak Terduga (BTT). "Sebagian sudah kami gunakan untuk penanganan tanah longsor di sejumlah titik beberapa waktu lalu, kami rasa sudah mencukupi jumlah tersebut untuk akhir tahun ini," jelasnya.
Taufik menerangkan anggaran penanganan bencana itu digunakan untuk melengkapi peralatan penunjang seperti alat berat hingga belanja logistik penanganan korban bencana di Kulonprogo. "Koordinasi kami dengan BMKG yang jadi potensi masih bencana hidrometeorologi karena curah hujan masih tinggi hingga beberapa minggu ke depan," paparnya.
Mitigasi bencana selalu ditingkatkan BPBD Kulonprogo, menurut Taufik, terutama di kawasan rawan. "Peningkatan mitigasi ini kami dorong terutamanya dengan melibatkan masyarakat agar aktif meminimalkan bencana dengan memperhatikan lingkungan sekitarnya," katanya.
BACA JUGA: Puncak Musim Hujan di Sleman Diprediksi Terjadi di Awal 2025, BPBD Siapkan Upaya Mitigasi
Penanganan bencana di Kulonprogo, jelas Taufik, selalu melibatkan masyarakat luas dengan prinsip gotong royong. "Partisipasi masyarakat ini akan selalu kami tampung karena efektif membantu kami dalam penanganan termasuk terbaru longsor di Samigaluh kemarin," terangnya.
Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa menyebut tantangan penanganan bencana adalah akses ke lokasi yang kadang berada di wilayah terpencil. "Kalau logistik dan peralatan mencukupi tapi kadang terkendala akses," jelasnya.
Solusi mengatasi keterbatasan akses itu, lanjut Budi, dengan melibatkan masyarakat sekitar karena mereka lebih paham wilayahnya masing-masing. "Sementara ini sampai hari ini memang tidak ada kejadian bencana tapi kami harap masyarakat juga tetap waspada apalagi curah hujan tinggi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Penataan sempadan Sungai Lowanu Jogja dipercepat untuk mencegah longsor sekaligus mendukung wisata kuliner yang aman.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.