Rakernas V Pelita Indonesia Usung Tema Penguatan Ekosistem Vokasi
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Suasana kampanye pencegahan HIV/AIDS oleh Perdoski Jogja dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Minggu (1/12/2024) yang dipusatkan di Alun-alun Selatan Jogja (email)
JOGJA – Perkumpulan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) cabang Jogja menggelar serangkaian kegiatan kampanye pencegahan HIV/AIDS dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, Minggu (1/12/2024) yang dipusatkan di Alun-alun Selatan Jogja. Kegiatan ini melibatkan kerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY.
Ketua Perdoski Jogja, dr. Rosmelia mengungkapkan keprihatinannya terhadap peningkatan kasus HIV di Indonesia. “Angka penderita HIV di Indonesia semakin meningkat, dalam setahun lebih dari 30.000 penderita baru. Jika tidak diantisipasi, beban ini akan semakin berat, tidak hanya bagi negara dan masyarakat, tetapi juga bagi penderita itu sendiri,” ujarnya.
Rosmelia menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan yang tepat untuk mencegah perkembangan HIV menjadi AIDS. “Kampanye pencegahan harus dilakukan secara nasional. Di Jogja, banyak masyarakat usia produktif, terutama antara 15 hingga 25 tahun yang rentan terinfeksi. Untuk itu, kita perlu mengintensifkan kampanye mengenai seks aman, penggunaan jarum suntik yang bersih, serta deteksi dini pada ibu hamil,” tambahnya.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Komitmen Wujudkan Zero HIV/AIDS pada Tahun 2030
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, dr. Dinda Saraswati, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang digelar tidak hanya fokus pada HIV/AIDS, tetapi juga pada Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya. “Selain longmarch dan flashmob, kami juga mengadakan penyuluhan di sekolah-sekolah, seperti SMAN 3 Jogja. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang bahaya IMS dan HIV/AIDS,” ungkapnya.
Dinda menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan DIY. “Hari ini, peserta mencapai 90 orang, terdiri dari dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter muda, dan mahasiswa. Setelah flashmob, kami juga mengadakan konsultasi kulit dan gula darah gratis,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Setiyo Harini mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Perdoski Jogja. “Ini adalah upaya yang sangat bagus. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin dan melibatkan lebih banyak pihak. Dengan tema peringatan nasional ‘Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa’, kita harus benar-benar mengimplementasikannya dengan target 95% orang mengetahui status HIV-nya dan menjalani pengobatan rutin,” tegasnya.
Setiyo juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap penderita HIV/AIDS. “Yang harus kita jauhi adalah penyakitnya, bukan orangnya. Dengan begitu, penderita HIV/AIDS akan lebih berani untuk melakukan tes dan mendapatkan pengobatan yang tepat,” pungkasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.