Advertisement

Usung Tema Metanoia, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-19 Resmi Dibuka

Media Digital
Minggu, 01 Desember 2024 - 15:52 WIB
Arief Junianto
Usung Tema Metanoia, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-19 Resmi Dibuka Founder JAFF, Garin Nugroho (kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon M.Sc. saat pembukaan JAFF di area Empire XXI, Sabtu (30/11/2024). - Istimewa

Advertisement

JOGJA—Hujan ringan yang mengguyur Jogja sejak sore, tidak menyurutkan antusiasme ribuan orang untuk berkumpul memenuhi Empire XXI Jogja mengikuti acara malam pembukaan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-19. Tampak hadir di antaranya adalah filmmaker Yandy Laurens, Sidharta Tata, Tumpal Tampubolon, Timo Tjahjanto, juga Dian Sastrowardoyo, Sheila Dara, Hannah Al Rashid, dan Eva Celia. Semua tampak bersemangat untuk mulai berfestival bersama JAFF, festival film internasional terbesar dan terlama di Indonesia. 

JAFF tahun ini mengusung tema Metanoia yang menggambarkan transformasi berkelanjutan sinema Asia dalam mencapai keunggulan, meski di tengah berbagai tantangan global.

Advertisement

Sejalan dengan tema tersebut, dalam sambutannya, Founder JAFF, Garin Nugroho mengatakan, “Malam ini adalah malam yang istimewa, bukan hanya bagi kami, JAFF, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Jogja,” ujarnya.

“Kehadiran dan kebersamaan Anda semua adalah bentuk dukungan terbesar bagi ajang festival seperti JAFF. Kepercayaan, kolaborasi, dan kebersamaan adalah kunci untuk membangun ekosistem film, baik di Indonesia, Asia, bahkan di dunia.”

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon M.Sc., mengakui pencapaian insan perfilman Indonesia di kancah global sebagai bukti bahwa Indonesia adalah salah satu pusat kreativitas yang unggul di Asia. Dia pun menyatakan komitmennya untuk turut mendukung pertumbuhan industri film.

“Kami juga akan berupaya mendukung distribusi karya-karya ini ke pasar global. Saya ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat ekosistem perfilman sebagai medium untuk menyuarakan pesan-pesan universal, memperkenalkan budaya Indonesia, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang dan penggerak perubahan,” kata Menteri Fadli.

Acara pembukaan semakin meriah dengan kehadiran penampilan grup band Lomba Sihir yang sukses “menyihir” penonton tetap setia di area depan panggung meski hujan ringan masih saja turun.

Secara simbolik, JAFF ke-19 resmi dibuka dengan prosesi potong tumpeng oleh Garin Nugroho yang diserahkan kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon M.Sc. dan Founder Busan International Film Festival, Kim Dong-Ho.

Dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan khusus, Honorary Awards yang diberikan kepada 3 tokoh besar industri film Indonesia dan Asia, mereka adalah Hendrick Gozali, produser ternama Indonesia; Aruna Vasudev, pendiri NETPAC (Network for the Promotion of Asian Cinema); dan Kim Dong-Ho, pendiri Busan International Film Festival. 

Prosesi pembukaan yang berlangsung di area luar Empire XXI ditutup dengan pengantar dari Garin Nugroho yang mengajak penonton dan tamu undangan untuk menonton film bisu hitam putih karyanya, Samsara, sebagai film pembuka JAFF ke-19.

JAFF19 akan menampilkan total 182 film dari 25 negara Asia Pasifik. Jadwal program JAFF19 dan cara membeli tiket secara regular dapat ditemukan di akun media sosial resmi @jaffjogja dan situs resmi, jaff-filmfest.org. Tiket dapat diakses melalui situs resmi jaff-filmfest.org dan dibeli di TIX.ID.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Korban Gempa di Myanmar Terperangkap Enam Hari, Diselamatkan Tim SAR Malaysia

News
| Kamis, 03 April 2025, 11:07 WIB

Advertisement

alt

Dusun Mlangi dan Jejak Islam di Jogja

Wisata
| Minggu, 23 Maret 2025, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement