27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Foto ilustrasi gaji./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Pusat telah menetapkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) mencapai 6,5%. Terkait dengan hal itu, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bantul berharap agar kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Bantul tahun 2025 sama dengan tahun lalu.
Ketua SPSI Bantul, Fardhanatun menuturkan meski pemerintah pusat telah menetapkan UMP, namun pihaknya masih menunggu keputusan dewan pengupahan Bantul terkait UMK Bantul tahun 2025.
Pihaknya berharap agar UMK Bantul tahun 2025 dapat sama atau bahkan lebih dari kenaikan UMK tahun ini yang mencapai 7,26%. Tahun ini, UMK Bantul naik hingga Rp159.024,18 dari Rp2.066.438 menjadi Rp2.216.463.
Fardhanatun menilai kenaikan tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan hidup layak masyarakat ditengah harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi.
Apalagi, kalau kenaikan UMK Bantul tahun 2025 persentasenya lebih rendah daripada tahun lalu, maka dia mengkhawatirkan kesejahteraan pekerja di Bantul akan sulit dicapai.
Menurut dia, sebelumnya pemerintah menggunakan perhitungan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan koefisien alfa.
Data-data tersebut menurutnya telah diberikan oleh pemerintah pusat, sehingga dewan pengupahan tinggal menghitung UMK dengan data yang telah ada. Namun, beberapa bulan lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan yang menganulir isi UU Cipta Kerja yang mengatur agar komponen kebutuhan hidup layak (LHK) masuk dalam salah satu pertimbangan dalam penetapan UMK.
Dia menilai penetapan UMK sebaiknya tetap mempertimbangkan KHL. Menurutnya, KHL akan menggambarkan realitas kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat yang terus terjadi. “Menurut kami sebaiknya [penetapan UMK] pakai survei KHL, jadi nanti murni kebutuhan hidup layak [menjadi komponen pertimbangan penetapan UMK],” katanya, Minggu (1/12/2024).
Namun, menurut dia menilai ada kesulitan dalam penetapan UMK tahun depan dengan menggunakan KHL sebagai komponen pertimbangan. Hal itu lantaran putusan MK keluar menjelang akhir tahun. Semetnara survei KHL harus dilakukan secara berkala setiap bulan.
BACA JUGA: UMP 2025 Naik 6,5%, Buruh Sebut Belum Cukup
Karena itu, pihaknya akan mempertimbangkan pendapat pekerja melalui serikat pekerja yang ada dan pengusaha melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Pihaknya akan melakukan pembahasan UMK dengan dewan pengupahan Bantul dalam waktu dekat. “Kami masih menunggu surat edaran [penetapan UMK] dari menteri [Tenaga Kerja],” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Istirul Widilastuti menuturkan pihaknya masih menunggu aturan penetapan UMK dari Pemerintah Pusat. “Kami masih menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat untuk penetapan UMK. Selain itu, masih menunggu penetapan UMP juga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.