Advertisement
Angin Kencang Melanda DIY, BPBD Bantul Terapkan Penanganan Prioritas
Penanganan lokasi terdampak pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Senin (9/12/2024) (Antara - ist/Pusdalops BPBD Bantul)
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah wilayah di DIY terdampak hujan lebat disertai angina kencang pada Senin (9/12/2024) dinihari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul terapkan penanganan prioritas.
"Tindak lanjutnya kami sudah melakukan penanganan prioritas, sebagian besar di lokasi terdampak sudah dilakukan penanganan secara mandiri," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Senin.
Advertisement
Menurut dia, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di Bantul pada Senin (9/12) pukul 02.30 WIB mengakibatkan kejadian pohon tumbang, merusak bagian rumah warga dan fasilitas umum di beberapa lokasi Bantul.
Pihaknya mencatat ada 10 kecamatan di Bantul yang terdampak angin kencang, yaitu Kecamatan Bambanglipuro dua titik wilayah Sumbermulyo, di Kecamatan Banguntapan satu titik, Kecamatan Dlingo satu titik, di Kecamatan Kasihan tiga titik, dan Kecamatan Kretek di 14 titik.
Kemudian di wilayah Kecamatan Pandak dua titik, Kecamatan Pleret satu titik, Kecamatan Sanden dua titik, Kecamatan Sedayu satu titik, dan terakhir di Kecamatan Sewon dua titik.
"Dampak angin kencang di Bantul tersebut berdampak pada kerusakan 13 rumah, akses jalan terganggu di dua titik, kerusakan tempat usaha ada di 14 titik, dan jaringan listrik terganggu satu titik," katanya.
BACA JUGA: Teknis Pemulangan Mary Jane Belum Jelas
Aka Luk Luk mengatakan estimasi kerusakan materiil dari dampak cuaca ekstrem tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp304 juta.
Dia juga mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun satu orang dilaporkan mengalami ringan dan harus mendapatkan perawatan medis dari tenaga kesehatan.
Lebih lanjut dia mengatakan dalam melakukan penanganan dampak angin kencang tersebut, BPBD Bantul melibatkan beberapa unsur.
"Unsur yang terlibat adalah BPBD Kabupaten Bantul, Taruna Siaga Bencana (Tagana), PMI, forum pengurangan risiko bencana (FPRB) relawan, PLN, TNI, Polri, warga, dan lembaga terkait," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








