Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman rutin melakukan pengecekan kondisi armada jip wisata di kawasan Lereng Merapi dan Tebing Breksi. Pengecekan dilaksanakan sebagai upaya memastikan keamanan beroperasinya armada wisata minat khusus ini.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana mengatakan jelang pelaksanaa libur Natal dan Tahun Baru ada upaya pemeriksaan terhadap armada jip wisata di Lereng Merapi dan Tebing Breksi.
Diakuinya, kegiatan ini sejatinya merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di setiap tahun. “Jadi tidak hanya saat Natal dan Tahun Baru, tetapi jelang Lebaran juga dilaksanakan pemeriksaan. Tujuannya untuk memastikan keamanan saat armada jip beroperasi,” kata Arip, Minggu (22/12/2024).
Dia menjelaskan, hingga saat ini sudah ada sekitar 1.600 jip yang diperiksa. Adapun hasilnya, mayoritas armada dinayatakan layak beroperasi.
Meski demikian, ia tidak menampik masih ada armada yang taik laik beroperasi. Adapun jumlahnya di kisaran 10%-15% ditemukan ada masalah sehingga harus dilakukan perbaikan. “Yang paling diperhatikan adalah masalah kemudi dan sistem pengereman. Ini harus dipastikan berfungsi dengan baik karena menyangkut keselamatan pengunjung,” ujar dia.
Menurut dia, setelah dilakukan pengecekan akan dipasangi stiker. Untuk jip yang layak jalan diberikan stiker berwarna hijau, sedangkan jip dengan kerusakan ringan, tetapi masih layak jalan diberikan warna kuning. “Untuk yang tidak layak jalan diberikan stiker warna merah. Stiker-stiker ini bisa menjadi pedoman pengunjung saat akan tur wisata karena dari tandanya bisa ketahuan, mana yang layak jalan atau tidak,” katanya.
Ditambahkan Arip, meski ada sejumlah jip yang dinyatakan tidak layak jalan, namun dari sisi kesadaran pemilik untuk perbaikan sangat tinggi. Pasalnya, langsung ada upaya perbaikan agar armada yang dimiliki bisa beroperasi sehingga tidak kehilangan pendapatan. “Memang banyak yang langsung memerbaiki kerusakan setelah dilakukan pengecekan,” katanya.
Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi, Dardiri mengatakan khusus di kawasan wisata Merapi ada sekitar 1.500 jip yang beroperasi. Dia juga tidak menampik masih terdapat armada jip yang dirasa tidak layak beroperasi. “Ya kalau memang ada kerusakan yang sekiranya membahayakan pengunjung, maka kami larang beroperasi untuk perbaikan. Ini penting karena menyangkut keselamatan pengunjung,” katanya.
Menurut dia, belum lama ini ada pegecekan untuk armada jip wisata di Lereng Merapi. Rencanannya, di akhir Desember juga ada pengecekan ulang untuk kesiapan menyambut liburan di momen Tahun Baru. “Pengecekan rutin dilakukan untuk memastikan armada jip wisata layak dioperasikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.