Advertisement
Tekan Angka Kematian Ibu-Bayi, RSUD Wonosari Luncurkan Layanan Persalinan Murah & Berkualitas

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—RSUD Wonosari meluncurkan layanan paket persalinan normal dengan biaya mandiri atau Parsel Budebi pada Sabtu (21/12/2024). Melalui layanan tersebut, masyarakat bisa mendapat layanan persalinan normal dengan kualitas unggul dan terjangkau. Dengan begitu, angka kematian ibu dan bayi dapat diminalkan.
Direktur RSUD Wonosari, Diah Prasetyorini mengatakan pasien persalinan di RSUD selama ini merupakan pasien hasil rujukan. Rujukan ke RSUD lebih baik diberikan agar ibu hamil dapat bersalin dengan aman.“Kalau bersalin di RS kalau terjadi masalah, penanganan lebih cepat, sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan,” kata Diah, Minggu (22/12/2024).
Advertisement
Menurut catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, ada peningkatan angka kematian ibu (AKI) pada 2023 dengan lima orang dibandingkan pada 2022 sebanyak empat orang. Adapun angka kematian bayi dalam periode yang sama menurun. Pada 2022 ada angka kematian bayi mencapai 81 orang dan 2023 ada 71 orang.
Menurut Diah yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, kematian bayi pada 2022 mayoritas disebabkan oleh asfiksia atau keadaan bayi tidak bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir.
Diah menjelaskan bayi yang sebelumnya mengalami gawat janin seringkali akan mengalami asfiksia sesudah persalinan. Maka dari itu, layanan Parsel Budebi menjadi penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Diah menerangkan layanan Parsel Budebi menawarkan berbagai fasilitas dan manfaat, antara lain konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn), Konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter spesialis anak, serta fasilitas kamar VIP.
Tidak hanya itu, ada juga pemeriksaan laboratorium dasar untuk ibu, postnatal care untuk ibu dan bayi, serta penanganan cepat jika terjadi kondisi darurat. Bahkan ada juga fasilitas baby gift dan sesi foto bayi, serta imunisasi dan sertifikat kelahiran (SHK).
Selain itu ada juga program Keluarga Berencana (KB) pasca-persalinan dengan persetujuan pasien. Disinggung ihwal biaya, seseorang perlu membayar Rp2.773.000 untuk mengakses layanan Parsel Budebi. Biaya ini telah mencakup seluruh fasilitas tersebut.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan RSUD Wonosari terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang baik akan berimplikasi pada peningatakan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Antisipasi Gangguan Penerbangan, Polres Wonosobo Amankan Tiga Balon Udara Liar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Kawasan Malioboro Padat Merayap
- H+3 Lebaran 2025, Pantai Parangtritis Dikunjungi 14.000 Wisatawan
- Arus Balik, Jalur Fungsional Tol di Tamanmartani Sempat Dilewati Lebih dari 1.000 Kendaraan per Jam
- Sejak Lebaran, Hampir 50 Ribu Wisatawan Kunjungi Destinasi Wisata di Gunungkidul
- Belum Ada Peningkatan Pergerakan Arus Balik di Bantul, Dishub: Lebih Banyak Mengunjungi Objek Wisata
Advertisement
Advertisement