Advertisement
Tiga Sapi Kulonprogo Terindikasi Kena Penyakit Mulut dan Kaki, Peternak Tunda Pembelian
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO–Tiga ekor sapi di Kalurhan Demangrejo, Kapanewon Sentolo terindikasi kena penyakit mulut dan kaki (PMK). Laporan itu diterima Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo yang sudah dilakukan perawatan dan tidak sampai mati.
Kepala DPP Kulonprogo, Drajat Purbandi menjelaskan pada Jumat (3/1/2025) bahwa laporan serangan PMK pada tiga ekor sapi ini diterimanya pada awal Januari ini. “Kalau November dan Desember tidak ada laporan PMK, kondisinya sekarang dapat diselamatkan,” jelasnya.
Advertisement
Drajat menerangkan pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada peternak di seluruh wilayahnya terkait dengan PMK ini.
Upaya antisipasi terus dilakukan terutama dengan memeriksa persediaan obat-obatan dan sarana prasarana lain untuk mencegah penularan PMK semakin masif.
Kondisi obat-obatan untuk ternak ini, jelas Drajat, mencukupi untuk sementara waktu. “Kami juga akan melihat perkembangannya, jika serangannya makin banyak akan segera melakukan pengadaan obat-obatan, vaksin, dan lainnya,” katanya.
Total DPP Kulonprogo kini memiliki 200 vaksin PMK yang siap digunakan. “Peternak bisa langsung menghubungi Puskeswan terdekat untuk mendapat vaksinasi ini,” katanya.
Jika kebutuhan obat, vaksin, dan prasarana lainnya untuk penanganan PMK sudah menipis, lanjut Drajat, DPP Kulonprogo sudah menganggarkan secara khusus untuk pengadaannya.
BACA JUGA: Okupansi Hotel di Sleman Selama Libur Natal dan Tahun Baru Tidak Mencapai 100 Persen
“Sudah kami anggarkan lewat dana alokasi khusus, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Kami juga memperketat lalu lintas ternak, agar dapat mengurangi sebaran PMK,” ungkapnya.
Selain mengawasi lalu lintas ternak, Drajat menyebut pihaknya juga sudah melakukan sterilisasi pasar hewan dengan desinfektan agar virus dan bakteri terbasmi. “Imbauan kami lebih baik kalau beli ternak khususnya sapi dari wilayah dekat saja,” ujarnya.
Peternak di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Sukarman menyebut setidaknya ada lima sapi yang terindikasi terserang PMK di wilayahnya. Kondisi ini membuat niatnya untuk beli sapi agar bisa digemukkan untuk dijual lagi saat Iduladha urung terlaksana.
Sukarman menyebut cukup khawatir dengan PMK ini terutama penularannya yang bisa begitu cepat. “Beberapa tahun lalu juga ada PMK dan itu cepat sekali penularannya, bahkan menyebabkan kematian. Ini bikin peternak resah, kami harap dinas terkait bisa mengantisipasi penyakit ternak ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement






