NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BPBD Kota Jogja melakukan evakuasi usai sebuah talud di Kemantren Mantrijeron ambrol setelah hujan deras, Minggu (12/1/2025) - dokumentasi BPBD Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja menerima laporan terkait dengan ambrolnya sebuah talud di Gedongkiwo RT 36 RW 08, Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (12/1/2025) pukul 02.00 WIB dini hari. Sementara, laporan diterima pada pukul 08.55 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan talud milik Dinas PUPKP Kota Jogja ini berukuran lebar 6 meter dan tinggi kurang lebih 20 meter. Ambrolnya talud ini disebabkan oleh turunnya hujan deras.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Nur, Minggu (12/1/2025).
Meski tak ada korban jiwa, talud ambrol ini turut menghancurkan dapur milik salah satu warga. Selain itu, ada sebanyak 2 KK dengan total 7 jiwa yang terdampak, tapi dipastikan masih aman dan tidak mengungsi.
Nur menyebut sejumlah personel diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Diantaranya adalah TRC BPBD Kota Jogja, Satgas Linmas Kota Jogja, hingga warga. Selanjutnya BPBD Kota Jogja melakukan asesmen.
"Kebutuhan yang mendesak yakni berupa dua buah terpal," ungkapnya.
Pemerintah Kota Jogja telah memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 28 Februari 2025. Keputusan ini dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Jogja Nomor 493 Tahun 2024 sebagai respons terhadap potensi cuaca ekstrem selama puncak musim hujan.
Ketua Tim Kerja Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Jogja, Darmanto menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan rekomendasi BMKG yang memprediksi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di wilayah DIY dalam beberapa bulan kedepan.
“Seluruh wilayah kota berada dalam periode rawan bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem ini tidak hanya meningkatkan risiko banjir dan longsor, tetapi juga kerusakan akibat angin kencang dan pohon tumbang, terutama di area padat penduduk,” kata Darmanto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.