Pria Asal Sleman Tewas Tertemper KRL di Klaten, Ini Kronologinya
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
BPBD Kota Jogja melakukan evakuasi usai sebuah talud di Kemantren Mantrijeron ambrol setelah hujan deras, Minggu (12/1/2025) - dokumentasi BPBD Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja menerima laporan terkait dengan ambrolnya sebuah talud di Gedongkiwo RT 36 RW 08, Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (12/1/2025) pukul 02.00 WIB dini hari. Sementara, laporan diterima pada pukul 08.55 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan talud milik Dinas PUPKP Kota Jogja ini berukuran lebar 6 meter dan tinggi kurang lebih 20 meter. Ambrolnya talud ini disebabkan oleh turunnya hujan deras.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Nur, Minggu (12/1/2025).
Meski tak ada korban jiwa, talud ambrol ini turut menghancurkan dapur milik salah satu warga. Selain itu, ada sebanyak 2 KK dengan total 7 jiwa yang terdampak, tapi dipastikan masih aman dan tidak mengungsi.
Nur menyebut sejumlah personel diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Diantaranya adalah TRC BPBD Kota Jogja, Satgas Linmas Kota Jogja, hingga warga. Selanjutnya BPBD Kota Jogja melakukan asesmen.
"Kebutuhan yang mendesak yakni berupa dua buah terpal," ungkapnya.
Pemerintah Kota Jogja telah memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 28 Februari 2025. Keputusan ini dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Jogja Nomor 493 Tahun 2024 sebagai respons terhadap potensi cuaca ekstrem selama puncak musim hujan.
Ketua Tim Kerja Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Jogja, Darmanto menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan rekomendasi BMKG yang memprediksi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di wilayah DIY dalam beberapa bulan kedepan.
“Seluruh wilayah kota berada dalam periode rawan bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem ini tidak hanya meningkatkan risiko banjir dan longsor, tetapi juga kerusakan akibat angin kencang dan pohon tumbang, terutama di area padat penduduk,” kata Darmanto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Jadwal SIM Keliling Bantul Juli 2026 lengkap. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini Selasa 7 Juli 2026 lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 7 Juli 2026 di Condongcatur. Cek lokasi, waktu layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Sebanyak tujuh siswa asal Sleman resmi diterima di Sekolah Rakyat MA 20 melalui SK Gubernur DIY. Mereka sementara tinggal di SRT Kulonprogo.
akil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengajak petani milenial di Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, untuk berani menanam komoditas bawang