Pabrik Es Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari Belum Optimal, Ini Kendalanya
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Petugas Dapur Umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Komando Resort Militer (Korem) 072/ Pamungkas di Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman sedang memuat makanan ke mobil box di Jalan Kaliurang Kilometer (Km) 5,8, Senin (13/1/2025). /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, JOGJA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat resmi dimulai di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada hari pertama pelaksanaannya, fokus utama program ini adalah di Kabupaten Sleman, melibatkan delapan titik dengan total penerima manfaat mencapai 1.312 siswa.
Sekda DIY, Beny Suharsono menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di Sleman melibatkan satuan tugas yang berbeda-beda di setiap wilayah. Hal ini menandakan adanya fleksibilitas dalam penerapan program untuk mengakomodasi kebutuhan di masing-masing daerah.
BACA JUGA : Pelaksanaan MBG di Bantul Kemungkinan Batal Digelar Pekan Depan
Sementara itu, di Kota Jogja, program MBG akan dimulai di SMKN 4 Jogja. Sekolah ini dipilih sebagai pilot project untuk satuan pelayanan pemenuhan gizi. Beny menegaskan bahwa pelaksanaan program akan terus dievaluasi dan diperluas cakupannya.
Meski telah dimulai di beberapa titik, program MBG belum dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah DIY. Beny mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini adalah aspek teknis. Sebagai program baru, MBG membutuhkan penyesuaian dan koordinasi yang matang antara berbagai pihak terkait.
"Secara teknis, belum semua hal tersinkronisasi. Karena ini program baru, maka butuh dukungan dan koordinasi dari berbagai pihak," jelas Beny.
Pemda DIY terus berupaya mengatasi kendala teknis yang ada dan memastikan program MBG berjalan dengan lancar. Koordinasi yang intensif dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus dilakukan untuk memantau perkembangan program di lapangan.
Program MBG sendiri memiliki tujuan memberikan asupan gizi yang baik bagi siswa guna meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar mereka. Pemerintah pusat sebagai inisiator program bertanggung jawab atas implementasi secara nasional, sementara pemerintah daerah berperan sebagai pendukung pelaksanaan di wilayah masing-masing.
Beny optimis bahwa dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, program MBG dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa di DIY. "Penyesuaian-penyesuaian di lapangan pasti terjadi, saya yakin program ini bisa jalan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Jam nuklir berbasis thorium-229 buatan Tiongkok tercatat enam kali lebih stabil daripada prototipe Wina. Simak cara kerja dan potensinya.
WhatsApp menguji Restricted Chat di Android dan iOS beta. Fitur ini membatasi ekspor chat, penyimpanan media, Meta AI, dan perangkat tertaut.
Persaingan chipset smartphone 2026 melibatkan Snapdragon, Dimensity, dan Exynos. Simak dampaknya pada AI, gaming, dan baterai.
Jorge Jesus merespons pernyataan Cristiano Ronaldo yang mengaku dua kali dikecewakan soal janji bermain dan kesepakatan dengan pelatih Portugal.
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong budaya membaca melalui bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk meningkatkan literasi, berpikir kritis, dan pemahaman masyarakat