Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman, Dwi Nurwata. /Harian Jogja-Bernadeta Dian Saraswati.
Harianjogja.com, SLEMAN—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman berupaya untuk terus menjaga keramahan dalam pelayanan serta terbuka terhadap komplain dari pelanggan.
Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman, Dwi Nurwata mengatakan sebagai perusahaan yang berbasis layanan publik, pegawai PDAM harus terbuka terhadap segala komplain yang masuk. Tidak dimungkiri bahwa pelanggan akan setiap saat melayangkan komplain, seperti air yang macet, air keruh, pelayanan yang lambat dan biaya tagihan mahal.
“Kami yakini bahwa komplain kecil berarti kinerja baik, sementara komplain tinggi berarti kinerja kurang maksimal. Namun yang terpenting adalah semua komplain harus diteima dengan baik dan harus ditindaklanjuti,” kata Dwi kepada Harianjogja.com, Senin (13/1/2025).
BACA JUGA : Sejumlah Tim Siap "Adu Smash" di Laga Tenis Meja PDAM Tirta Sembada Cup I 2024
Dalam melakukan pelayanan, ia meminta karyawan bersikap ramah terhadap semua pelanggan. Karyawan perlu bersikap profesional selama memberikan layanan. “Saat di kantor, jangan bawa masalah rumah tangga, harus tetap ramah dan profesional,” tegas Dwi.
Jumlah sambungan PDAM di wilayah Sleman kini mencapai 45.000. Setiap tahun mengalami penambahan sekitar 1.500 - 2.000 sambungan. Menurut Dwi, kualitas layanan sangat berpengaruh terhadap penambahan jumlah pelanggan setiap tahunnya. “Kita pelan tapi pasti [peningkatannya], tapi yang penting pelayanan kita terhadap pelanggan sudah bagus,” kata dia.
Saat ini, Pemerintah terus memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mengonsumsi air bersih yang bersumber dari PDAM. Hal itu mengingat masih ditemukannya kandungan bakteri berbahaya seperti E-Coli dan bakteri Coliform pada air-air sumur. Menurutnya, air sehat tidak hanya bisa dilihat dari jernih dan tidaknya air, tetapi perlu dilihat dari kandungan di dalamnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor