Dinpar Bantul Perketat Kebersihan dan Cegah Harga Nuthuk di Wisata

Kiki Luqman
Kiki Luqman Rabu, 03 Juni 2026 12:27 WIB
Dinpar Bantul Perketat Kebersihan dan Cegah Harga Nuthuk di Wisata

Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. Antara/Hery Sidik

Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul memperkuat pengawasan terhadap kebersihan dan kualitas pelayanan di destinasi wisata guna menjaga kenyamanan pengunjung. Upaya tersebut dilakukan seiring tingginya aktivitas wisata selama masa libur panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila.

Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinpar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan kenyamanan wisatawan menjadi faktor penting untuk mempertahankan minat kunjungan ke berbagai objek wisata di Kabupaten Bantul.

Menurut dia, kebersihan destinasi wisata merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku wisata, dan pengunjung. Namun, peran utama tetap berada di tangan pemerintah dan pengelola kawasan wisata.

“Memang kebersihan itu adalah tanggung jawab bersama baik pemerintah, pelaku wisata, maupun pengunjung. Namun dari ketiga ini yang paling utama yakni pelaku wisata dan pemerintah,” kata Markus, Rabu (3/6/2026).

Kawasan pantai menjadi salah satu fokus perhatian karena merupakan destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Di kawasan Pantai Parangtritis, misalnya, terdapat 28 petugas kebersihan yang bertugas setiap hari menjaga kebersihan area wisata.

Meski demikian, jumlah tersebut dinilai masih menghadapi tantangan mengingat luasnya kawasan pantai yang harus ditangani.

“Tenaga kebersihan di Pantai Parangtritis itu ada 28 orang. Namun dengan area pantai yang sangat luas, saya yakin kewalahan. Jadi memang perlu kolaborasi dan kesadaran dari para pengunjung juga,” ujarnya.

Selain kebersihan, Dinpar Bantul juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas perdagangan di kawasan wisata. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya keluhan wisatawan terkait harga makanan, minuman, maupun jasa yang dianggap tidak wajar.

Markus menegaskan praktik yang dikenal sebagai harga nuthuk tidak boleh terjadi di seluruh destinasi wisata di Bantul.

“Pelayanan itu memang harus ditingkatkan. Artinya kejadian harga nuthuk itu tidak boleh terjadi di seluruh destinasi wisata di Bantul,” katanya.

Kunjungan Wisata Capai 32.000 Orang

Upaya peningkatan kualitas layanan dilakukan bersamaan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode libur panjang. Berdasarkan data Dinpar Bantul, jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2026 mencapai sekitar 32.000 orang.

Kawasan Pantai Parangtritis masih menjadi destinasi favorit wisatawan. Namun, sejumlah pantai di wilayah barat Bantul juga mencatatkan angka kunjungan yang cukup tinggi.

“Dominasinya masih di kawasan Parangtritis, tapi dari kawasan pantai sisi barat juga ramai. Dari 32 ribu kunjungan, mungkin sepertiganya itu ke pantai di wilayah barat,” ujar Markus.

Meski jumlah kunjungan tergolong tinggi, rata-rata kunjungan harian selama libur panjang tahun ini tercatat lebih rendah dibandingkan periode Iduladha tahun lalu.

Pada Iduladha 2025, jumlah wisatawan mencapai 24.831 orang dalam tiga hari libur atau rata-rata sekitar 8.000 orang per hari. Sementara pada libur panjang tahun ini yang berlangsung selama enam hari, rata-rata kunjungan harian berada di kisaran 5.000 wisatawan.

“Iduladha tahun kemarin kunjungannya sebanyak 24.831 orang selama tiga hari. Rata-rata per harinya 8 ribu wisatawan. Nah pada tahun ini liburnya enam hari, sehingga rata-rata per hari kunjungannya 5 ribu orang,” ucapnya.

TPR Pantai Barat Butuh Tambahan Personel

Sebelumnya, petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Selatan (Pansela) wilayah barat Bantul mengusulkan penambahan personel untuk mengantisipasi kebocoran retribusi dan meningkatkan pelayanan.

Usulan tersebut muncul menyusul rencana pemindahan TPR Parangtritis ke area pintu masuk masing-masing pantai. Pos yang selama ini dijaga petugas Dinas Pariwisata nantinya akan dikelola oleh warga Kalurahan Parangtritis.

Koordinator TPR Pansela Barat Bantul, Suta Akhir, mengatakan saat ini kawasan pantai barat hanya didukung 24 petugas, jumlah yang dinilai belum ideal untuk melayani seluruh pos yang ada.

“Minimal satu pos membutuhkan empat personel. Hari biasa dua petugas masuk dan dua lainnya libur, sedangkan saat akhir pekan atau libur panjang semuanya bisa bertugas,” jelasnya.

Kondisi tersebut semakin berat karena beberapa petugas harus menjalani perawatan kesehatan rutin akibat penyakit kronis. Di TPR Pantai Samas, misalnya, hanya terdapat dua petugas aktif, sementara salah satunya harus menjalani terapi insulin secara berkala.

Karena itu, Dinpar Bantul berharap penambahan personel dapat segera terealisasi agar pelayanan kepada wisatawan dan pengelolaan retribusi di kawasan pantai tetap berjalan optimal.

Dengan penguatan aspek kebersihan, pengawasan harga, serta penambahan dukungan personel di kawasan wisata, Pemkab Bantul berharap kenyamanan pengunjung semakin meningkat. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga citra destinasi wisata Bantul sebagai tujuan wisata yang aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online