Gerakan Pangan Murah Digelar di Bantul, Beras Premium Dijual Rp14.000
Gerakan Pangan Murah Bantul menjual beras premium Rp14.000 per kg dan telur Rp22.000 per kg untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul memperkuat strategi pengentasan kemiskinan ekstrem dengan mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bantul, ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh pelatihan keterampilan sekaligus bantuan modal usaha agar mampu membangun sumber pendapatan secara mandiri.
Program tersebut menyasar 345 keluarga penerima manfaat pada 2026. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga meningkatkan kapasitas penerima agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pelatihan Jadi Tahap Awal Sebelum Menerima Modal
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, menjelaskan seluruh peserta wajib mengikuti pelatihan sesuai bidang usaha yang dipilih sebelum memperoleh bantuan modal dari BAZNAS Bantul.
"Tahun ini ada 345 yang kami beri pelatihan dan modal. Kami ajukan ke BAZNAS untuk bantuan modal usahanya dan sampai saat ini sudah terealisasi sebanyak 109 KPM," kata Prapta, Senin (20/7).
Materi pelatihan disusun menyesuaikan potensi usaha yang dapat dikembangkan masyarakat. Beberapa bidang yang diajarkan meliputi pengolahan makanan, integrated farming atau pertanian terpadu, hingga pembuatan berbagai produk kerajinan.
Setelah menyelesaikan pelatihan, setiap peserta memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp2 juta. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas usaha yang telah berjalan maupun menjadi modal awal bagi warga yang baru memulai usaha.
"Modal tersebut paling tidak bisa digunakan untuk mengembangkan usaha yang sudah ada. Kalau belum punya usaha, uang itu bisa digunakan memulai usaha dengan membeli peralatan dan sebagainya," ujarnya.
Didorong Mampu Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
Menurut Prapta, pola pemberdayaan dipilih karena dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan dibanding bantuan yang hanya bersifat konsumtif. Dengan bekal keterampilan dan modal usaha, keluarga penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan secara mandiri.
Ia memastikan program tersebut akan terus dijalankan secara bertahap agar dapat menjangkau lebih banyak warga di berbagai wilayah Kabupaten Bantul.
"Karena ini amanah untuk pemberdayaan keluarga, harapannya para penerima bantuan bisa menggunakannya sesuai dengan rencana mereka dan terus dikembangkan. Sehingga bisa menambah penghasilan mereka," katanya.
Verifikasi Data Dilakukan Bersama Bappeda Bantul
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Bantul, Syahroini Djamil, menjelaskan proses penyaluran bantuan diawali dengan pemadanan data bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, proses verifikasi menjadi tahapan penting untuk memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat.
"Jadi datanya harus benar-benar fix. Data dari Bappeda itu terutama yang termasuk dalam kemiskinan ekstrem. Intinya agar tidak salah sasaran," ujar Syahroini.
Setelah data dinyatakan valid, bantuan disalurkan melalui kantor kalurahan maupun kapanewon agar lebih mudah diakses masyarakat. Rata-rata setiap kapanewon memperoleh alokasi sekitar 30 penerima manfaat.
Syahroini menegaskan BAZNAS Bantul tetap mengutamakan konsep pemberdayaan ekonomi agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi modal produktif.
"Jadi fokus kami adalah pemberdayaan daripada yang sifatnya konsumtif. Rata-rata tiap kapanewon ada 30 penerima," ucapnya.
Kolaborasi Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga
Melalui sinergi antara DKUKMPP Bantul dan BAZNAS Bantul, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap keluarga penerima manfaat tidak hanya memperoleh tambahan modal usaha, tetapi juga memiliki keterampilan, pengalaman, dan kepercayaan diri untuk membangun usaha secara mandiri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan Pangan Murah Bantul menjual beras premium Rp14.000 per kg dan telur Rp22.000 per kg untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
DPRD Sleman mendorong Karang Taruna menghadirkan program berkelanjutan untuk menangani persoalan sosial, mengembangkan pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan wa
Kericuhan pecah di Malioboro usai demo pada Rabu petang. Massa dan polisi saling melempar benda, sementara wisatawan diimbau menghindar.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko mendorong siswa Sekolah Rakyat di Lendah tekun belajar, percaya diri, dan berani menjadi pemimpin.
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta tetap digelar pada 31 Oktober dan 3 November 2026 dengan pesan kemanusiaan.