Dinkes Jogja Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus pada 2026
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
Ilustrasi pemberian vaksin PMK./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mulai menyalurkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara gratis untuk ternak mulai 15 Januari 2025.
Untuk itu, DKPP Bantul mengimbau peternak segera mengakses vaksin tersebut. "Vaksin dari Pemerintah Pusat sudah turun. Peternak dapat menghubungi puskesmas hewan [Puskeswan] setempat untuk vaksin gratis," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni, Kamis (16/1/2025).
Dia menuturkan alokasi vaksin PMK untuk 30.000 ekor sapi dapat mulai diakses peternak mulai 15 Januari 2025. Dia berharap peternak segera mengakses vaksin tersebut selagi ada.
Hal itu lantaran vaksin yang diberikan tersebut masih belum cukup untuk seluruh populasi sapi di Bantul yang mencapai 70.000 ekor.
Selagi vaksin PMK masih tersedia, dia meminta agar peternak, terutama peternak dengan sapi dalam jumlah kecil untuk mengakses vaksinasi tersebut. "Kalau vaksin mandiri tunda dulu, karena ada yang gratis," katanya.
Dia menuturkan vaksin PMK seharusnya diberikan secara rutin terhadap ternak selama dua kali setahun. Peternak dapat mengakses vaksin mandiri melalui dokter hewan yang praktek mandiri.
Nantinya menurut dia, pemerintah berencana untuk mengarahkan agar peternak melakukan vaksinasi secara mandiri di masa mendatang.
BACA JUGA: Ratusan Ternak di Sleman Terkena PMK, Vaksinasi Mulai Dilakukan
Namun, sejauh ini, menurut dia, Pemkab Bantul belum memiliki regulasi yang mengatur mengenai pemberian vaksin PMK mandiri melalui Puskeswan. "Kami belum menggodok pelayanan [vaksin] mandiri PMK. Masih pelayanan PMK dengan vaksin dari pusat," katanya.
Sementara Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menuturkan akan ada aturan yang ditetapkan agar peternak dapat mengakses vaksin PMK secara mandiri. "Itu [penggunaan vaksin PMK] tidak bisa sendiri, akan ada aturannya. Karena satu botol [vaksin PMK] untuk beberapa ekor sapi. [Penyuntikan vaksin PMK] Lewat dokter hewan," katanya.
Sementara peternak sapi di Segoroyoso, Yuli menuturkan sapi-sapi miliknya telah diberikan vaksin PMK dari Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) pada Desember 2024. "Bantuan itu yang nyuntik dari Puskeswan," katanya.
Sementara dia belum mengetahui bahwa vaksin PMK dari pemerintah pusat dapat diakses mulai hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.
Manchester City akan bangun patung Pep Guardiola di Stadion Etihad sebagai penghormatan atas 20 trofi dalam satu dekade.
Relawan WNI ungkap kekerasan saat kapal kemanusiaan Gaza dicegat Israel, alami pemukulan hingga penahanan.
Xiaomi beri servis gratis untuk perangkat rusak akibat banjir di China, berlaku hingga 20 Juni 2026.
Menlu RI kecam Israel usai cegat kapal kemanusiaan, 9 WNI berhasil dipulangkan ke Indonesia.