Angkutan Nataru 2026/2027, Menhub Tekankan Kesiapan Armada dan Awak
Menhub Dudy Purwagandhi meminta operator menyiapkan armada, awak, dan rencana darurat untuk Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Uji coba pengisian daya bus listrik Trans Jogja di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Terminal di depan Bandara Adisutjipto belum lama ini. - Harian Jogja / David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Uji coba bus Trans Jogja listrik dimulai Pemda DIY secara gratis selama satu tahun mulai hari ini Senin (20/1/2025).
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Wulan Sapto Nugroho di Yogyakarta, Senin, mengatakan bus listrik bakal beroperasi untuk sejumlah rute selama delapan jam setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
"Kami akan ujicobakan dengan skema melayani penumpang. Selama setahun ini, statusnya masih uji coba," ujar Sapto.
Sapto menjelaskan bahwa bus listrik akan melayani rute dari Bandara Adisutjipto hingga kawasan Sumbu Filosofi. Trayek ini mencakup Tugu Pal Putih, Titik Nol Kilometer, dan kembali ke titik awal.
Menurut dia, program ini merupakan lanjutan dari uji coba tahap pertama yang dilakukan tanpa penumpang sejak 20 Desember 2024 untuk menguji performa teknis kendaraan.
Bus listrik yang digunakan memiliki kapasitas maksimal 28 penumpang yang terdiri dari 18 tempat duduk dan 10 orang berdiri.
Pembatasan ini, kata Sapto, dilakukan guna menjaga beban kendaraan tetap sesuai dengan batas tonase jalan perkotaan yang maksimal 8 ton.
Menurut dia, bobot empat baterai yang cukup berat menambah beban total bus, sehingga perlu penyesuaian terhadap kapasitas penumpang dan tonase jalan.
Dia mengakui pengoperasian bus listrik masih memiliki tantangan teknis mengingat daya tahan baterai hanya mampu melayani lima sampai enam kali perjalanan pulang-pergi sebelum pengisian ulang.
"Kondisi lalu lintas juga berpengaruh pada kapasitas penggunaan baterainya," ujar dia.
Tantangan lainnya adalah adaptasi pengemudi terhadap kendaraan listrik yang menggunakan sistem otomatis dengan sensor canggih sehingga berbeda perlakuan dari kendaraan bermesin diesel.
BACA JUGA: Jasa Usaha Pariwisata di Bantul Kebanjiran Pesanan untuk Karya Wisata Pelajar
"Mobil Listrik setahu saya torsinya besar, ngegasnya beda dengan kendaraan biasa. Lebih ke pengenalan itu lah," ucap dia.
Selama masa uji coba, lanjut Sapto, hanya dua unit bus listrik yang dioperasikan dan belum bisa melayani rute yang lebih luas.
"Karena saat ini trayek Bus Trans Jogja ada yang sampai Krapyak, jadi kita utamakan melayani Tugu Pal Putih ke selatan sampai Titik Nol," jelas dia.
Sebuah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) juga telah dibangun di halaman parkir Bandara Adisutjipto yang sekaligus sebagai titik awal pemberangkatan bus.
Dia mengatakan uji coba ini menjadi langkah awal pengenalan kepada masyarakat terhadap ekosistem transportasi ramah lingkungan di wilayah DIY.
Jika hasil uji coba memuaskan, Dishub DIY berencana menambah jumlah unit bus listrik di masa mendatang.
"Kalau ke depan dari hasil uji coba bagus, operasional dan teknis tidak ada masalah, tidak menutup kemungkinan ke depan penambahan (unit bus listrik) lagi," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menhub Dudy Purwagandhi meminta operator menyiapkan armada, awak, dan rencana darurat untuk Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Yusril Ihza Mahendra menegaskan kasus dugaan penyadapan ilegal oleh tiga personel Polri tidak mengarah pada tindak pidana makar.
Gapeka 2026 berlaku 1 Desember. KAI menambah 39 perjalanan kereta, termasuk KA Pandawa rute Semarang-Solo-Jogja.
Polri menetapkan tiga tersangka kasus penyadapan ilegal terhadap nomor Prabowo dan sejumlah tokoh. Sebanyak 11 ponsel disita.
Irjen Ahrie Sonta Nasution merupakan lulusan Akpol 2002 yang pernah menjadi Sekpri Kapolri dan ajudan Presiden Prabowo.
Irwasum Polri menyebut dugaan penyadapan ilegal oleh tiga personel merupakan perbuatan oknum, bukan kebijakan institusi.