Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Taman Jogja Planning Gallery - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mempercepat proses pembangunan Jogja Planning Gallery (JPG) di Jalan Malioboro, setelah pedagang Teras Malioboro 2 dipindahkan ke lokasi baru. JPG nantinya digadang-gadang menjadi pusat informasi, pembelajaran, dan refleksi tentang filosofi kehidupan Jogja.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono menjelaskan bahwa tim telah menyampaikan rencana konten dan tindak lanjut pembangunan JPG kepada Gubernur DIY. Dalam pemaparan tersebut, filosofi Hamemayu Hayuning Bawono menjadi salah satu pijakan penting dalam pembangunan JPG.
"Pembangunan JPG tidak hanya soal bangunan fisik, tapi juga jiwa Jogja yang tercermin dalam filosofi Hamemayu Hayuning Bawono," ujar Beny, Selasa (21/1/2025).
Saat ini, desain dasar proyek telah selesai, dan fokus berikutnya adalah penyelesaian konten. Beny menegaskan bahwa percepatan penyusunan Detail Engineering Design (DED) menjadi prioritas agar proyek ini dapat segera dieksekusi.
"Targetnya, jika memungkinkan, pembangunan bisa dimulai pada 2026 atau 2027 setelah gedung DPRD DIY pindah ke Jalan Kenari," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti menjelaskan bahwa tahun ini akan dilakukan Heritage Impact Assessment (HIA) JPG untuk memastikan pembangunannya tidak mengganggu nilai-nilai warisan budaya Sumbu Filosofi.
BACA JUGA: Wacana Penutupan Plengkung Gading Masih Dalam Tahap Uji Coba, Pedagang Akan Ditata Ulang
"Tahun lalu kami sudah menyelesaikan kajian konten, dan tahun ini kami lanjutkan dengan HIA. Jika semua berjalan lancar, DED interior akan disiapkan pada 2026, dan pembangunan dimulai setelah gedung DPRD pindah," terang Anna.
Anna juga menegaskan bahwa desain gedung JPG sudah melalui proses sayembara dengan berbagai konsep yang mencerminkan keragaman budaya, termasuk unsur Tionghoa dan Indis. "Konsep gedungnya akan mengikuti hasil sayembara yang telah dilakukan," ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) atau Kundha Kabudayan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menyebut bahwa Disbud bersama tenaga ahli telah memaparkan konten JPG kepada Gubernur DIY.
Konten ini akan disusun secara tematik, mencakup berbagai aspek budaya, sejarah, dan filosofi Jogja dari masa pra-Giyanti hingga masa kini.
"Kami mendapat arahan dari Gubernur untuk memperkaya konten agar setiap bagian gedung memiliki cerita yang kuat, sekaligus menyeluruh sebagai satu kesatuan," kata Dian.
JPG juga direncanakan menjadi tempat pembelajaran dan pusat informasi tentang transformasi Jogja di masa depan. "Gubernur berharap JPG tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat pembelajaran. Pengunjung yang datang tidak hanya sebagai turis, tetapi juga memperoleh wawasan tentang filosofi dan perkembangan Jogja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.