Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Suasana kawasan Plengkung Gading yang diwacanakan bakal ditutup sebagai bagian dari penataan kawasan Sumbu Filosofi Jogja, Selasa (21/1/2025). Dok. Ist
Harianjogja.com, JOGJA – Rencana penutupan kawasan Plengkung Gading, salah satu bagian dari sumbu filosofi Jogja ramai menjadi perbincangan hangat di sosial media. Penghageng Datu Dana Suyasa, GKR Mangkubumi, dan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi buka suara soal wacana tersebut.
GKR Mangkubumi menjelaskan bahwa rencana penutupan kawasan Plengkung Gading saat ini masih dalam tahap uji coba. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga sumbu filosofi yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting.
BACA JUGA: Lantunan Musik untuk Para Ibu Se-Indonesia
“Masih uji coba, nanti dari pihak Pemda DIY yang mengurus. Itu kan bagian dari sumbu filosofi dan harus ditutup,” ungkap GKR Mangkubumi, Selasa (21/1/2025).
GKR Mangkubumi memastikan bahwa para pedagang yang berada di sekitar lokasi itu tidak akan diusir sebab banyak masyarakat yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut. Rencananya akan ada upaya untuk mencarikan lokasi baru bagi para pedagang untuk menyeimbangkan aspek pelestarian budaya dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
"Soal pedagang, kami kan tidak mengusir. Nanti akan ditata. Baru diuji coba, pasti ada tempat baru buat pedagang dan akan dicari tempat baru," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengaku belum mendapatkan informasi lengkap terkait penutupan Plengkung Gading. Dian menegaskan pentingnya mendapatkan arahan langsung dari Sultan Hamengkubuwono X sebagai otoritas utama dalam hal ini.
“Soal penutupan Plengkung Gading, saya belum tahu. Nanti saja kalau informasi yang saya dapat sudah lengkap. Setahu saya, memang benteng itu tertutup untuk bagian tertentu, tapi kalau Plengkung kan tempat keluar-masuk. Jadi ada beberapa titik Plengkung, bastion, dan sebagainya. Jadi, bagian yang terbuka tetap terbuka. Info valid harus dari HB X,” jelasnya.
BACA JUGA: Fadli Zon Janji Upayakan Pengembalian Manuskrip Kraton dari Inggris
Plengkung Gading merupakan salah satu pintu masuk yang memiliki nilai historis dan simbolik di Jogja. Sebagai bagian dari sumbu filosofi, kawasan ini memiliki peran penting dalam merepresentasikan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Meskipun demikian, hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait waktu pelaksanaan atau rincian kebijakan yang akan diambil soal wacana penutupan Plengkung Gading tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.