Kadin DIY Sebut Kekuatan Ekonomi Jogja Bukan Tambang Fisik, tapi Tambang Ide
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul mencatat capaian investasi Bantul tahun 2024 telah melampaui target bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2023.
Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah menyampaikan realisasi investasi Bantul tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2024. Pihaknya mencatat realisasi investasi Bantul tahun 2024 mencapai Rp727.122.758.804 atau 184,175% dari target yang ditetapkan yaitu Rp394.800.000.000. Sementara tahun 2023 capaian investasi Bantul hanya mencapai Rp687.291.320.000 atau 174,09% dari target.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Bersiap Terapkan Work From Anywhere bagi ASN
Dari capaian tersebut, sub sektor perdagangan dan reparasi menjadi sub sektor tertinggi yang memperoleh investasi di Bantul sepanjang 2024. Sub sektor tersebut memperoleh investasi dari penanaman modal dalam negeri mencapai Rp20 miliar, dan penanaman modal asing mencapai Rp516 juta.
Sementara sub sektor industri makanan menempati posisi setelahnya dengan memperoleh investasi dari penanaman modal dalam negeri mencapai Rp9,6 miliar. Kemudian di posisi selanjutnya ada sub sektor transportasi, gudang dan komunikasi yang mencapai Rp6 miliar dari penanaman modal dalam negeri dan Rp2juta dari penanaman modal asing.
“Total realisasi investasi Bantul menempati posisi ketiga capaian investasi tertinggi setelah Sleman dan Kota Jogja,” katanya, Kamis (13/2/2025).
Dia mengaku DPMPTSP Bantul berupaya melakukan pendampingan kepada pelaku usaha dalam menyusun laporan kegiatan penanaman modal. Dia menuturkan dalam penampungan tersebut, ditemukan pula beberapa pelaku usaha yang pelaporannya tidak sesuai.
Pihaknya pun melakukan identifikasi pelaku usaha dan mendampingi pelaku usaha tersebut setiap triwulan. “Dengan pendampingan itu kesalahan dalam menyusun laporan bisa diminimalisir, sehingga data yang valid yang diajukan pada verifikator BKPM,” ujarnya.
Dari situ, Anni menilai kesadaran pelaku usaha untuk melaporkan kegiatan penanaman modalnya meningkat. "Pelaporan tersebut secara tertib setiap periode mendorong tercapainya target realisasi investasi penanaman modal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.