Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kuliah bagi pamong kalurahan dan anaknya untuk berkuliah dengan potongan biaya hingga 50%.
Kesempatan ini tertuang dalam nota kesepahaman antara Pemkab dengan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD Yogyakarta. Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, kualitas SDM di Gunungkidul masih butuh peningkatan.
Hal ini terlihat dari indeks pembangunan manusia yang masih terendah di DIY. “Angka IPM Gunungkidul kisaran 73, sedangkan di wilayah lain di DIY sudah di atas 75. Jadi, butuh aksleresi agar bisa mengejar ketertinggalan tersebut,” katanya, Jumat (14/2/2025).
Dia menjelaskan, peningkatan IPM erat kaitannya dengan tingkat Pendidikan. Untuk itu, sambung Sunaryanta, ada sejumlah program yang direncanakan dan salah satunya menjalin kerja sama dengan APMD.
“Programnya ada peluang kuliah bagi pamong atau anak pamong kalurahan,” katanya.
BACA JUGA: Pemda DIY Luncurkan Prototipe Insinerator Sampah untuk Sekolah
Diharapkan program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas SDM di Gunungkidul, tapi juga berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan di kalurahan. “Upaya kerja sama dengan kampus terus kami lakukan dengan harapan bisa meningkatkan IPM di Gunungkidul,” katanya.
Ketua STPMD APMD Yogyakarta, Sutoro Eko Yunanto menyambut baik kerja sama ini karena menjadi bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sesuai dengan jurusan yang diampu berkaitan dengan pemerintahan desa.
Oleh karena itu, kata dia, berdasarkan nota kesepakatan bersama dengan Pemkab Gunungkidul, maka AMPD Yogyakarta memberikan kesempatan kepada pamong untuk berkuliah. Langkah ini sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM di kalurahan di Bumi Handayani.
“Program ini juga berlaku bagi anak pamong yang ingin berkuliah,” kata Sutoro.
Ia memastikan dengan adanya kerja sama dengan Pemkab Gunungkidul, maka akan ada kelonggaran. Pihaknya siap memberikan potongan biaya kuliah hingga 50% bagi pamong maupun anak pamong yang berkuliah di AMPD. “Yang jelas pelaksanaannya juga akan mengacu pada ketentuan berlaku dan jangan dipersulit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.