Pedagang Tuna Netra Kini Bisa Jualan Tetap di Pasar Ngasem
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA – Pemda DIY menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) reguler hasil efisiensi anggaran nantinya akan digunakan untuk membiayai sejumlah program yang selama ini menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.
Hal ini sekaligus merespons Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 900/833/SJ yang mengamanatkan efisiensi anggaran, dengan hasil penghematan dialokasikan untuk program-program pro rakyat.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono menjelaskan, kebijakan efisiensi ini merupakan kelanjutan dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025, serta sejumlah SE dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
BACA JUGA: Pemda DIY Bahas Raperda Penyesuaian Bentuk Hukum BUMD dan Pencegahan Perdagangan Orang
“Kami telah melakukan penyesuaian anggaran dan diperoleh angka sebesar Rp72 miliar dari APBD di luar Rp200 miliar yang dari Dana Keistimewaan. Dari efisiensi ini, sebagian besar diarahkan untuk pelayanan publik, infrastruktur, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan kesehatan, sesuai dengan amanat SE terakhir,” ujar Beny, Kamis (27/2/2025).
Ia menyebut, dalam implementasinya, efisiensi anggaran ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak mengganggu jalannya program prioritas. Misalnya, beberapa program yang sebelumnya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) kini dialihkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) reguler.
"Jalan dan jembatan yang terkena bintang di Anggaran Kas tetap kami lanjutkan dengan memakai anggaran hasil efisiensi ini. Tidak boleh ada program yang berhenti total,” tambahnya.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY, Wiyos Santoso menjelaskan, kebijakan efisiensi ini beriringan dengan pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dan DAK. Namun, ia menekankan bahwa program-program mandatori seperti pembangunan irigasi, jalan, dan sektor pertanian tetap harus berjalan dengan anggaran hasil efisiensi.
“Efisiensi yang dilakukan meliputi pengurangan 50% anggaran perjalanan dinas dan seremonial. Hasil dari efisiensi ini digunakan untuk membiayai program prioritas yang sebelumnya mendapatkan alokasi dari DAK,” jelas Wiyos.
Pemda DIY kini tengah melakukan penyesuaian lebih lanjut terkait alokasi efisiensi ini, dengan memastikan bahwa anggaran yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan prioritas. “Kami akan terus merinci dan menyesuaikan program mana saja yang masih bisa ditunda atau dihemat, terutama dalam hal pengeluaran non-esensial,” ungkap Wiyos.
Laporan realisasi dari kebijakan ini akan disampaikan ke pemerintah pusat pada akhir triwulan pertama tahun ini. Pemda DIY memastikan bahwa proses efisiensi ini tetap selaras dengan kebutuhan daerah dan tidak mengganggu program strategis yang telah direncanakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
PAN Kota Jogja menuntaskan Rakerda 2026 dengan lima komitmen utama untuk memperkuat konsolidasi dan menyiapkan strategi menghadapi Pileg serta Pilwalkot.
Kimi Antonelli tak terkejut Ferrari dan McLaren mendominasi GP Hungaria 2026. Lando Norris merebut pole position pertamanya musim ini.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.