Akses Makin Dekat dan Diskon Tarif Tol, Diperkirakan Pemudik Saat Libur Lebaran ke Jogja Lebih Banyak dari Nataru

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Senin, 03 Maret 2025 16:27 WIB
Akses Makin Dekat dan Diskon Tarif Tol, Diperkirakan Pemudik Saat Libur Lebaran ke Jogja Lebih Banyak dari Nataru

Suasana arus lalu lintas di Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA/HO - Jasa Marga

Harianjogja.com, JOGJA—Pada lebaran 2025 ini, diperkirakan pemudik ke Jogja melalui jalur darat akan lebih tinggi dibanding libur natal dan tahun baru (nataru) lalu. Akses yang semakin dekat dan diskon tarif tol menjadi faktornya.

Kabid Pengendalian Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan DIY, Sumariyoto, menjelaskan ia belum bisa menyampaikan prediksi berapa banyak jumlah pemudik yang datang ke Jogja, karena belum diumumkan dari Kementerian Perhubungan.

Meski demikian, diperkirakan jumlah pemudik lewat jalur darat akan lebih tinggi dibanding nataru. “Aksesnya lebih mudah dengan fungsional tol sampai Tamanmartani, kemudian kebijakan pusat mengurangi tarif tol 20 persen. Itu memicu orang untuk mobile,” katanya, Senin (3/3/2025).

BACA JUGA: Tarif Tol Trans Jawa Mudik Lebaran Seusai Diskon 20 Persen

Hal ini berbeda dengan libur nataru 2024-2025 lalu, dimana fungsional tol baru sampai Jogonalan, Klaten. Dari catatan Dinas Perhubungan DIY, pada periode libur nataru tersebut, tercatat pergerakan wisatawan sekitar 9,4 juta orang.

Untuk menghadapi mudik lebaran 2025 nanti, pihaknya saat ini tengah menyiapkan konsep dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Besok akan rapat dengan stakeholder terkait. Kalau dari kami sendiri akan traffic counting, ramp check di garasi bus pariwisata,” paparnya.

Setelah rapat koordinasi itu, akan dilakukan survey titik-titik rawan kemacetan. Jika melihat dari tahun-tahun sebelumnya, beberapa titik rawan kemacetan diantaranya Prambanan, Pathuk dan beberapa titik di Kota Jogja.

“Kalau yang macet benar-benar parah di sekitar Kota Jogja. Kalau yang lain masih bisa diurai, meskipun jalannya pelan. Untuk Prambanan juga masih bisa diurai, berkoordinsi dengan kepolisian DIY dan Jawa Tengah. Penutupan U Turn juga dilakukan untuk memperlancar arus,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online